KM Virgo Hadapi Cuaca Buruk lalu Miring, Kirim Sinyal Darurat sebelum Terbalik

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapal Virgo Transport 8 terbalik di Laut Jawa, Minggu (13/9/2026). Foto: Humas Polri
zoom-in-whitePerbesar
Kapal Virgo Transport 8 terbalik di Laut Jawa, Minggu (13/9/2026). Foto: Humas Polri

KM Virgo Transport 8 yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin dilaporkan mengalami kondisi darurat di Laut Jawa pada Minggu (13/9).

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan, awak kapal awalnya menyampaikan kepada perusahaan bahwa kapal menghadapi cuaca yang tidak baik.

“Pada saat kapal mengalami kondisi menghadapi cuaca buruk, dari awak kapal sudah menyampaikan kepada perusahaan bahwa kapal mengalami atau menghadapi cuaca yang tidak baik,” kata Syafii kepada wartawan, Minggu (13/9).

Beberapa jam kemudian, kondisi kapal dilaporkan mengalami perubahan center of gravity atau titik pusat gravitasi yang menyebabkan kapal miring. Awak kapal kemudian menyiarkan permintaan bantuan dan mengaktifkan Emergency Position Indicating Radio Beacon (EPIRB).

“Beberapa jam berikutnya dilaporkan bahwa kondisi kapal mengalami perubahan center of gravity atau ada kemiringan dari pihak kapal, dan pada saat itu disiarkan (broadcast) bahwa kapal membutuhkan bantuan,” ujarnya.

Syafii mengatakan lokasi kejadian menjadi salah satu tantangan dalam proses evakuasi. Jika ditempuh dari Banjarmasin, lokasi kapal membutuhkan waktu sekitar enam jam perjalanan.

“Posisi lokasi kejadian kalau ditempuh dari Banjarmasin memakan waktu kira-kira 6 jam,” katanya.

Menhub Dudy Purwagandhi dan Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii memberikan keterangan terkait kecelakaan kapal Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin di Posko Pelabuhan Tri Sakti, Banjarmasin, Kalsel, Minggu (13/9/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Basarnas melalui Kantor SAR Banjarmasin kemudian melakukan analisis cepat dan melaporkan kondisi tersebut ke Basarnas Command Center. Selanjutnya, kondisi darurat dideklarasikan kepada seluruh pengguna lalu lintas laut di kawasan Laut Jawa untuk membantu proses evakuasi.

Sejumlah unsur kemudian dikerahkan dalam operasi pencarian dan pertolongan. Dari unsur laut, kapal Basarnas dari Banjarmasin, Surabaya, dan Makassar bergerak menuju lokasi.

Selain itu, empat KRI TNI AL dilaporkan telah mendekati lokasi kejadian. Sejumlah kapal yang berada di sekitar perairan juga turut membantu mengevakuasi korban.

Syafii menyebut TB Mauhau 9 telah mengevakuasi 16 orang, dengan rincian 14 orang selamat, satu orang mengalami cedera berat, dan satu orang meninggal dunia.

Kemudian, TB TCP mengevakuasi enam orang yang terdiri dari satu orang selamat dan lima orang meninggal dunia. Sementara itu, MV Haida mengevakuasi 69 orang dalam kondisi selamat dan KM Cahaya Bahari mengevakuasi 22 orang dalam kondisi selamat.

“Beberapa kapal sedang dalam perjalanan menuju pelabuhan yang ada di Banjarmasin ini, dan diperkirakan kapal pertama adalah MV Haida membawa 69 orang, insyaallah mudah-mudahan dalam satu jam ke depan sudah bisa sandar,” jelasnya.

Basarnas juga mengerahkan pesawat dari Skadron 400 TNI AL Surabaya, satu helikopter Polri, serta pesawat CN-235 milik TNI AL. Sementara pesawat Caravan juga dikerahkan oleh BNPB.

Selain itu, petugas gabungan dari Polda, Lanal, dan kementerian/lembaga terkait juga telah bersiaga untuk mendukung proses evakuasi.

Di kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut Kapal Virgo Transport 8 ditemukan dalam kondisi terbalik. Ia memastikan, kapal itu belum tenggelam.

“Namun, untuk keberadaan sisa penumpang, kita belum dapat memastikan apakah di dalam kapal Virgo itu masih ada korban di dalamnya,” katanya.

Sementara itu, penyebab kecelakaan dan rekomendasi terkait kejadian tersebut akan menunggu hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).