Pramono: Pemprov DKI Siapkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pihaknya tengah mempelajari wilayah yang akan menjadi sasaran bantuan untuk masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Nanti untuk yang di NTT, di Maumere dan sebagainya, kami sedang mempelajari mana-mana yang kemudian Pemerintah DKI Jakarta bisa ikut andil untuk memberikan bantuan,” kata Pramono saat menghadiri acara On-Ground Activation Integrity Fun Walk dan Integrity Booth bertema “5 Abad Kota Global: Birokrasi Bersih, Hadir Melayani” dalam rangka Kampanye Antikorupsi Serentak 2026 di kawasan CFD Sudirman, Jakarta Selatan, Minggu (16/8).
Pramono mengatakan Pemprov DKI telah berkoordinasi setelah gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang NTT pada Sabtu (15/8). Pemprov DKI, kata Pram, berkomitmen membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.
“Kemarin kami langsung melakukan koordinasi, dan selalu Pemerintah DKI Jakarta pasti akan berkontribusi memberikan dan meringankan Saudara-saudara kita yang terkena dampak dari gempa,” ujar Pramono.
Ia mengatakan Pemprov DKI sebelumnya juga memberikan bantuan kepada daerah yang terdampak bencana, termasuk Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Menurut Pramono, bantuan tersebut diberikan secara langsung kepada sejumlah kabupaten maupun kota yang terdampak.
“Termasuk seperti pada waktu di Aceh, di Sumatera Barat, dan juga Sumatera Utara kami secara khusus memberikan bantuan kepada beberapa kota secara langsung,” jelasnya.
Gempa 7,7 M Guncang NTT
Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang wilayah Nagekeo, NTT, pada Sabtu (15/8). Berdasarkan catatan BMKG, gempa terjadi pada pukul 04.58 WIB.
Pusat gempa berada di koordinat 8,41 LS dan 121,39 BT atau sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo dengan kedalaman 15 kilometer.
BMKG sempat mengeluarkan pemutakhiran peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah, yakni NTB, NTT, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
Berdasarkan data sementara Basarnas pada Minggu (16/8) pukul 09.00 WITA, korban meninggal dunia tercatat sebanyak 51 orang.
Petugas hingga kini masih melakukan evakuasi serta memberikan perawatan medis bagi warga yang terdampak gempa.
