Konten dari Pengguna

Mahasiswa Bersuara UKT Mahal Dilaporkan, Bukti Kebebasan Berpendapat Terbatas.

Muhammad Rafi

Muhammad Rafi

Alumni Mahasiswa UNRI dan Masyarakat Sipil

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Rafi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa UNRI, Khariq Anhar dilaporkan rektornya sendiri Sri Indarti buntut video konten yang dibuatnya dengan menyebut "Sri Indarti sebagai Broker Pendidikan".

Kritik merupakan bagian dari kebebasan berekspresi dijamin pengakuannya, sehingga terhadap laporan pengaduan yang ditujukan membahayakan kebebasan berfikir dan berpendapat.

Aksi mahasiswa UNRI ketika hari buruh 1 Mei 2024 silam. Sumber: Dokumentasi Pribadi
Aksi Mahasiswa UNRI saat hari buruh 1 Mei 2024. Sumber:Dokumentasi Pribadi

Pelaporan Khariq Anhar dinilai sebagai pembatasan terhadap kebebasan berpendapat, lantaran kritik nya ditujukan pada konteks kebijakan, bukan personal.

Kritik yang dilayangkan berupa penerapan kebijakan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) dan peningkatan level UKT hingga 10 juta rupiah lebih, hal tersebut dinilai memberatkan mahasiswa baru yang akan memasuki jenjang perkuliahan di UNRI.

Seharusnya Rektor UNRI menyelesaikan kasus tersebut dengan mengadakan hearing bersama mahasiswa, sehingga masukkan dan saran terkait kebijakan tersebut bisa terakomodir dengan baik.

Pengenaan UU ITE juga dinilai kurang tepat, karena tidak mengandung unsur kebencian, kata 'Broker' pada kalimat tersebut mengandung makna 'Perantara', dan terbukti bahwasanya Rektor UNRI perantara kebijakan IPI dari pusat ke daerah untuk diterapkan.