KKN UNS Kelompok 187 Dorong Inovasi Briket dari Limbah Sekam Padi
Tulisan dari Muhammad Rafii Try Hartoko tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ngawi, 5 Agustus 2026 – Kelompok 187 KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan program kerja Workshop Kewirausahaan Sosial: Pemanfaatan Limbah Sekam Padi Menjadi Briket untuk Inovasi Produk Lokal bagi anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Tambakromo, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. Kegiatan yang berlangsung di kediaman Ketua Gapoktan tersebut menjadi upaya mahasiswa dalam mendorong pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk yang memiliki nilai guna dan potensi ekonomi.
Workshop ini menyasar anggota Gapoktan yang memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas pertanian dan keberadaan limbah sekam padi. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memperkenalkan gagasan pemanfaatan sekam padi sebagai bahan baku briket, sehingga limbah hasil pertanian dapat diolah menjadi produk alternatif.
Pemanfaatan sekam padi menjadi briket tidak hanya diarahkan untuk mengurangi limbah pertanian, tetapi juga menjadi bagian dari pendekatan kewirausahaan sosial. Melalui pendekatan ini, permasalahan dan potensi yang terdapat di lingkungan masyarakat dapat dikembangkan menjadi inovasi yang memberikan manfaat sekaligus memiliki peluang untuk meningkatkan nilai ekonomi.
Desa Tambakromo sebagai wilayah dengan aktivitas pertanian memiliki potensi sumber daya berupa sekam padi yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Oleh karena itu, pengolahan sekam padi menjadi briket diperkenalkan sebagai salah satu alternatif pemanfaatan limbah pertanian yang dapat mendukung inovasi produk lokal.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa dan masyarakat untuk bertukar pengetahuan mengenai pemanfaatan potensi lokal. Sekam padi yang sebelumnya menjadi limbah dapat dipandang sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai apabila dikelola dan diolah secara tepat.
Selain aspek lingkungan, workshop ini memperkenalkan sudut pandang kewirausahaan dalam pengembangan produk. Briket tidak hanya dilihat sebagai hasil pengolahan limbah, tetapi juga sebagai produk yang berpotensi dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat dan peluang yang tersedia.
Program Workshop Kewirausahaan Sosial ini dilaksanakan oleh Kelompok 187 KKN Universitas Sebelas Maret di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Dr. Cynthia Permata Sari, S.Si., M.Ling. Kegiatan berlangsung di kediaman Ketua Gapoktan Desa Tambakromo pada 5 Agustus 2026.
Melalui kegiatan ini, Kelompok 187 KKN UNS berupaya mendorong masyarakat untuk melihat potensi limbah pertanian dari perspektif yang lebih luas. Pemanfaatan sekam padi menjadi briket diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk inovasi produk lokal yang mengintegrasikan pemanfaatan potensi desa, pengelolaan limbah, dan kewirausahaan sosial.

