Konten dari Pengguna

Perjuangan Paskibra Siswa MTs Al Hidayah Cinangka Jelang HUT ke-80 RI

Muhammad Rahel Faradjala Putra

Muhammad Rahel Faradjala Putra

Mahasiswa Aktif Universitas Indraprasta PGRI, Tenaga Pengajar Aktif

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Rahel Faradjala Putra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap barisan yang tampak tegap dan rapi di lapangan upacara, menyimpan cerita perjuangan yang tidak selalu terlihat oleh mata. Begitu juga dengan para siswa MTs Al Hidayah Cinangka yang tergabung dalam pasukan pengibar bendera (Paskibra) tahun ini. Jauh sebelum mereka tampil gagah pada tanggal 17 Agustus mendatang, ada keringat, lelah, bahkan rasa nyaris menyerah yang mereka hadapi bersama.

Latihan dimulai sejak akhir Juli, di bawah terik matahari yang menyengat. Waktu latihan dilakukan sepulang sekolah, di mana sebagian siswa bahkan belum sempat makan siang. “Panasnya luar biasa, tapi karena kami sudah niat dari awal, ya harus kuat,” Kazila, siswi kelas 9 yang menjadi bagian dari pasukan.

Para siswa ini bukan hanya berlatih baris-berbaris, tapi juga belajar kerja sama, disiplin, dan tanggung jawab. Banyak dari mereka yang harus rela mengorbankan waktu bermain, bahkan harus mencuri waktu untuk menyelesaikan PR dan belajar malam hari.

“Kadang kami latihan sampai magrib. Jadi pulang udah capek banget. Tapi kami saling semangatin,” tambah Raja, siswa kelas 9 yang dipercaya menjadi komandan pasukan.

Di tengah keterbatasan fasilitas dan alat pendukung, semangat para siswa tak pernah surut. Seragam latihan seadanya, lapangan yang berdebu, serta minimnya peralatan tak menyurutkan semangat mereka.

Tak hanya siswa, peran guru pembina juga sangat penting. Bapak Darma, guru sekaligus pembina Paskibra, menyampaikan bahwa latihan ini bukan semata demi penampilan, tapi juga untuk membentuk karakter siswa. “Kami ingin anak-anak belajar tentang komitmen, rasa hormat terhadap bendera, dan semangat kebangsaan,” ujarnya.

Semangat Siswa dan Siswi MTs AL Hidayah Cinangka yang dipercayai sebagai Paskibra Kelurahan Cinangka, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat (16516).

Dukungan penuh juga datang dari pihak sekolah. Kepala MTs Al Hidayah Cinangka, Hendy Hidayat, S.Ag., mengatakan bahwa kegiatan Paskibra adalah bentuk pembelajaran yang nyata tentang cinta tanah air dan nilai kedisiplinan.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena tidak hanya melatih fisik, tetapi juga membentuk mental siswa. Ini adalah salah satu cara menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini,” ungkap beliau.

Kisah para siswa MTs Al Hidayah Cinangka ini menjadi pengingat bahwa upacara bendera bukan hanya soal formalitas. Di balik kibaran merah putih, ada nilai perjuangan, pengorbanan, dan cinta tanah air yang dipupuk sejak dini. Dan tahun ini, mereka siap membuktikan bahwa semangat kemerdekaan tetap menyala, bahkan dari sudut desa kecil di Cinangka.