Bisnis Wedding Kian Variatif, Ikuti Tren atau Tertinggal

Dosen di Universitas Sriwijaya
ยทwaktu baca 4 menit
Tulisan dari Muhammad Rifqi Farisi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dunia wedding menjadi salah satu sektor bisnis yang tidak pernah kehilangan daya tarik. Seiring berkembangnya zaman dan pesatnya media digital, industri ini justru semakin tumbuh dengan menghadirkan berbagai peluang usaha baru. Dalam komunikasi bisnis, mengikuti tren dan perkembangan yang sedang viral bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan agar pelaku usaha tetap relevan dan mampu bersaing di tengah perubahan perilaku konsumen.
Fenomena tersebut terlihat jelas pada industri pernikahan. Jika dahulu sebuah pesta pernikahan identik dengan MC, fotografer, dekorasi, hiburan musik, dan katering, kini pilihannya jauh lebih luas. Muncul berbagai profesi dan jasa baru seperti wedding organizer (WO), wedding content creator, penyedia handbouquet, vendor hantaran, wedding stylist, live streaming wedding, bridal assistant, hingga berbagai layanan pendukung lainnya.
Hal ini merupakan sesuatu yang sangat wajar. Pernikahan adalah salah satu momen penting dalam kehidupan manusia yang tidak akan pernah berhenti. Setiap orang memiliki impian untuk menikah dan merayakannya dengan konsep yang berbeda-beda. Bahkan, banyak calon pengantin telah memiliki daftar vendor impian jauh sebelum hari pernikahan mereka tiba.
Di sisi lain, semakin besarnya pasar juga berarti semakin ketat persaingan. Banyak orang berbondong-bondong membuka usaha di bidang wedding karena melihat peluang yang menjanjikan. Tantangannya kemudian bukan lagi bagaimana masuk ke industri ini, tetapi bagaimana bertahan dan menjadi pilihan di tengah begitu banyak kompetitor.
Saya teringat sebuah kalimat dari Pandji Pragiwaksono yang mengatakan, "Sedikit lebih beda lebih baik daripada sedikit lebih baik." Kalimat tersebut sangat relevan bagi pelaku usaha wedding. Konsumen sering kali tidak memilih vendor semata-mata karena paling murah atau paling bagus di atas kertas, tetapi karena memiliki ciri khas yang tidak dimiliki kompetitor.
Lalu bagaimana memulai bisnis di dunia wedding?
Pertama, tentukan produk atau jasa yang benar-benar sesuai dengan passion. Jangan hanya ikut-ikutan karena sedang viral atau sekadar FOMO. Banyak bisnis gagal berkembang karena pemiliknya tidak benar-benar menyukai bidang yang dijalani. Pepatah mengatakan bahwa pekerjaan yang paling menyenangkan adalah hobi yang dibayar. Jika senang berbicara, jadilah MC. Jika senang memasak, bangun bisnis katering. Jika hobi merangkai bunga, tekuni dekorasi, hantaran, atau handbouquet. Jika senang bekerja sama dengan banyak orang, membangun wedding organizer bisa menjadi pilihan yang tepat. Ketika passion bertemu dengan peluang, kualitas pekerjaan akan ikut meningkat.
Kedua, mulailah dengan modal yang cukup, bukan yang berlebihan. Banyak orang menunda memulai bisnis karena merasa modalnya belum besar. Padahal, bisnis dapat dimulai dari rumah, bahkan dari kamar sendiri. Tidak perlu langsung menyewa ruko atau membuka kantor yang mewah. Jika ingin mendirikan wedding organizer, fokuslah membeli kebutuhan utama seperti handy talky (HT), alat tulis, dan printer. Perlengkapan lain bisa menggunakan barang pribadi terlebih dahulu. Jas hitam misalnya, dapat digunakan sebagai seragam awal kru sebelum nantinya melakukan peningkatan perlengkapan. Begitu pula fotografer yang cukup memulai dengan kamera utama, sementara lensa tambahan dan aksesori lain dapat dibeli secara bertahap seiring berkembangnya bisnis. Seorang MC pun tidak membutuhkan modal besar. Ilmu public speaking dapat dipelajari melalui internet, mengikuti pelatihan, atau berlatih secara mandiri. Penampilan pun dapat disiasati dengan menyewa atau meminjam jas sebelum memiliki koleksi sendiri.
Ketiga, konsisten membangun personal branding dan branding bisnis melalui media sosial. Di era sekarang, kualitas saja tidak cukup jika tidak diketahui orang lain. Manfaatkan Instagram, TikTok, dan platform digital lainnya untuk menunjukkan aktivitas bisnis secara rutin. Unggah proses di balik layar, hasil pekerjaan, testimoni klien, hingga momen-momen menarik selama proses pernikahan. Semakin sering bisnis terlihat aktif, semakin besar pula peluang mendapatkan kepercayaan dari calon pelanggan.
Pada akhirnya, dunia wedding akan terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Peluangnya masih sangat besar, tetapi persaingannya juga semakin ketat. Karena itu, jangan hanya menjadi pelaku usaha yang mengikuti tren. Jadilah pelaku usaha yang mampu menciptakan tren melalui keunikan, kualitas, dan konsistensi dalam membangun komunikasi bisnis. Sebab, di tengah ramainya kompetitor, pembeda adalah alasan mengapa konsumen memilih Anda.
