Di Balik Kata Sayōnara

Mahasiswa kedokteran Universitas Palangka Raya
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Muhammad Rifqi Musyaffa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

“Time you enjoy wasting is not wasted time.”
-Marthe Troly-Curtin
Pikiran dan perasaan tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, tetapi pemiliknya terbatasi oleh ruang dan waktu. Perasaan cinta tanah air mungkin akan terus hidup walaupun kita tidak tinggal di negeri tersebut. Pikiran-pikiran yang tercatat/terungkap takkan lekang oleh waktu meskipun pemiliknya sudah tiada di dunia.
Eksistensi ruang dan waktu adalah salah satu hal yang menyebalkan untuk sebagian orang yang selalu ingin bersama.
さよなら (sayōnara) adalah sebuah aisatsu yang diucapkan oleh masyarakat Jepang, dan termasuk dalam wakare no aisatsu. Itu ibarat check point ketika dua atau lebih orang/subjek/objek sudah tidak akan bersama dalam ruang dan waktu yang spesifik. さよなら adalah liang lahat sebelum kematian yang sesungguhnya untuk semua occasion yang ada.
Selain さよなら, dalam budaya Jepang ada beberapa wakare no aisatsu yang biasa diucapkan. Misalnya :
いってきます, dibaca Itte kimasu, biasa diucapkan ketika seseorang akan meninggalkan rumah untuk melakukan kegiatan di luar dalam jangka waktu relatif singkat dan akan kembali lagi ke rumah.
じゃあね, dibaca Jaa ne, biasa diucapkan dalam situasi kasual kepada orang sebaya. Dalam Bahasa bisa diartikan sebagai "Sampai jumpa".
さよなら jelas berbeda dengan wakare no aisatsu lainnya. Maknanya lebih memberikan nuansa suka cita dan duka cita.
In fact, “Sayonara” can seem almost rude in some situations! It’s much more common for people to say “Mata ne” or “Ja ne!” especially if they know each other well.
Banyak orang menerjemahkan "Sayonara" sebagai "sampai jumpa", tetapi kenyataannya, ada beberapa bentuk salam perpisahan dalam bahasa Jepang! Berbeda dengan bahasa Inggris, "Sayonara" sebenarnya berarti "Selamat tinggal selamanya" atau "Selamat tinggal, saya tidak tahu kapan kita akan bertemu lagi". Karena itu, orang Jepang jarang menggunakan kata tersebut.
Although children use it to their teacher after school sometimes, they soon learn the nuance and tend not to use it as adults, as it implies that you never want to see the person again. Some people may use this in breakups or other situations where they don’t intend to meet up anymore.
