KKN UMY Donokerto Mengadakan Penyuluhan Stunting

Seorang Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Konten dari Pengguna
19 Februari 2022 6:57
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Muhammad Rizky Pratama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kelompok KKN UMY Donokerto bersama dengan Dosen Pembimbing Lapangan melaksanakan penyuluhan stunting. Sumber : Dokumen Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Kelompok KKN UMY Donokerto bersama dengan Dosen Pembimbing Lapangan melaksanakan penyuluhan stunting. Sumber : Dokumen Pribadi
ADVERTISEMENT
Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah (UMY) di Donokerto, Sleman bekerja sama dalam pelaksanaan penyuluhan stunting pada hari minggu (13/02/2022) pukul 13:00-15:30.
ADVERTISEMENT
Stunting merupakan sebuah kondisi dimana balita pada 1000 hari pertamanya lahir tidak mendapatkan gizi yang baik, sanitasi yang buruk, serta pola pengasuhan yang juga kurang pada keluarganya. Akibatnya, anak akan mengalami kemunduran alam perkembangannya seperti kurus kering, perkembangan otak juga berkurang, cenderung lebih pendek dari teman lainnya, perut buncit, dan tanda-tanda lainnya yang ditunjukkan.
Persentase stunting ini bisa dibilang masih cukup tinggi. Untuk Daerah Istimewa Yogyakarta secara keseluruhan adalah 19%, dan untuk Sleman sendiri berada di angka 12%. Angka yang memang terlihat tidak terlalu tinggi, namun tetap harus mendapatkan perhatian lebih dari para masyarakat yang ada. Di Donokerto sendiri, ada beberapa anak menurut pengalaman dari salah satu dusun yang terkena stunting ini. Berumur 7 tahun yang biasanya sudah mulai bisa berbicara dan bisa dimengerti, namun nyatanya dia belum bisa berkomunikasi dengan baik.
Foto bersama KKN UMY Donokerto dengan peserta penyuluhan stunting. Sumber : Dokumen Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Foto bersama KKN UMY Donokerto dengan peserta penyuluhan stunting. Sumber : Dokumen Pribadi
Dengan data yang sudah diberikan beserta adanya cerita langsung dari pengurus posyandu salah satu dusun, memperlihatkan bahwasannya stunting ini masih sangat dekat dengan kita dan perlu untuk terus diberikan penyuluhan-penyuluhan, pembimbingan dan juga sangat perlu untuk adanya peningkatan kualitas fasilitas kesehatan. Kemudian juga dari posyandu sendiri tetap harus terus memberikan pemahaman serta panduan awal kepada para pasutri baru dan juga keluarga yang baru saja memiliki anak bahwa sangat penting untuk memberikan gizi yang terbaik, sanitasi, serta pengasuhan kepada balitanya.
ADVERTISEMENT
Efek kedepan dari stunting ini sendiri pun sangat buruk. Terutama untuk masa depan si anak itu sendiri. Karena adanya kemunduran dalam tumbuh kembangnya, sehingga akan membatasi mereka untuk mengembangkan dirinya dan mengeksplor untuk kebutuhan mereka di masa depannya.
Selain dari kegiatan penyuluhan yang dilakukan, Kelompok KKN Donokerto pun juga menyerahkan poster, buku panduan stunting, dan juga banner edukasi sebagai bentuk visualisasi agar semua masyarakat dapat melihat secara langsung tidak hanya edukasi melalui lisan saja.
Penyerahan Poster edukasi oleh Dosen Pembimbing Lapangan kepada perwakilan peserta. Sumber : Dokumen Pribadi.
zoom-in-whitePerbesar
Penyerahan Poster edukasi oleh Dosen Pembimbing Lapangan kepada perwakilan peserta. Sumber : Dokumen Pribadi.
Besar harapan kami dari Kelompok KKN Donokerto, dengan adanya penyuluhan stunting beserta inventaris edukasi yang sudah diberikan dapat bermanfaat bagi masyarakat Donokerto dan dapat mengurangi angka stunting di desa ini. Kami pun mengucapkan banyak terimakasih atas kesempatan dan juga pengalaman yang kami dapatkan dari pengadaan penyuluhan ini. Serta tidak lupa kami ucapkan terimakasih kepada para kader Posyandu dari desa Donokerto yang sudah berpartisipasi dalam penyuluhan stunting kali ini.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020