Konten dari Pengguna

Virus MPOX: Mengancam Dunia Kembali?

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Shiddiq Raihan Firmansyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada bulan Agustus 2024, WHO (World Human Organization) mendeklarasikan kembali virus mpox sebagai Public Health Emergency of International Concern. Penyebab pendeklarasian kembali karena kasus virus ini mengalami peningkatan yang signifikan pada bulan Juni-Juli 2024 MPOX (Monkeypox) adalah penyakit zoonosis, virus yang menyebar dari hewan ke manusia dan virus ini juga dapat menyebar manusia ke manusia melalui kontak fisik dengan manusia yang terinfeksi.

Ilustrasi penderita Monkeypox (Canva)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penderita Monkeypox (Canva)

Penularan virus Monkeypox melalui dari gigitan atau cakaran hewan monyet, tupai, tikus dan hamster. Penyebaran virus ini dari manusia bisa terjadi karena adanya kontak fisik,termasuk tatap muka, kulit ke kulit, mulut ke mulut atau mulut ke kulit, termasuk hubungan seksual. Lingkungan juga dapat terkontaminasi virus monkeypox, ketika penderita yang terinfeksi menyentuh suatu objek disekitar lingkungan.

Gejala Monkeypox:

  1. Demam Tinggi

  2. Tubuh Nyeri

  3. Pembengkakan kelenjar getah bening (sekitar dagu, rahang, dan selangkangan)

  4. Ruam kulit, yang berkembang melalui beberapa tahap: bintik merah seperti cacar, lepuh cairan berisi nanah dan keropeng (ruam biasanya muncul 1 hingga 3 hari setelah demam dan  berlangsung hingga 2 sampai 4 minggu)

Pada beberapa orang, terutama mereka yang memiliki gangguan kekebalan tubuh, infeksi ini dapat menyebabkan komplikasi medis yang serius, bahkan kematian. Oleh karena itu, penting bagi siapa saja yang terinfeksi atau yang telah bersentuhan fisik dengan seseorang yang terinfeksi untuk segera mencari pertolongan medis. Mengunjungi fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan dan mendapatkan konsultasi dari tenaga medis sangat disarankan.

Pencegahan dan penanganan virus ini memang terdapat beberapa langkah-langkah  untuk mengendalikan penyebaran dan mempercepat pemulihan. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut terkait langkah-langkah tersebut:

Langkah Utama Pencegahan:

  1. Rajin mencuci tangan dengan sabun yang berbahan dasar alkohol, ketika selesai melakukan aktivitas

  2. Tidak membagi/meminjam peralatan personal dengan penderita virus mpox

  3. Mendapatkan vaksin monkeypox jika tergolong penderita risiko tinggi

  4. Memakai sarung tangan lateks saat bersentuhan  hewan peliharaan yang terinfeksi mpox, serta menghubungi dokter hewan dan menghindari hewan tersebut berkeliaran

Penanganan Virus :

  1. Obat Pereda Nyeri dan Gatal: Beberapa obat yang biasa digunakan untuk meredakan nyeri dan gatal meliputi parasetamol atau ibuprofen.

  2. Krim Antiinflamasi: Krim atau salep antiinflamasi digunakan untuk mengurangi peradangan pada kulit yang terkena ruam.

  3. Obat Antivirus: Jika diperlukan, obat antivirus juga dapat digunakan, seperti tecovirimat, cidofovir, brincidofovir, dan trifluridine. (Langkah ini jarang dilakukan kecuali jika gejala parah atau komplikasi terjadi)

  4. Perawatan Luka:Penderita disarankan untuk menjaga kebersihan luka dengan cara berendam atau melakukan sitz bath untuk membantu membersihkan dan menenangkan area yang terinfeksi. Hal ini juga dapat mengurangi rasa gatal dan peradangan.

  5. Hindari Menggaruk Luka: Menggaruk luka dapat memperburuk kondisi dan menyebabkan infeksisekunder. Oleh karena itu, sangat penting untuk menghindari kebiasaan ini agar proses penyembuhan dapat berjalan dengan baik.

  6. Pasca Penyembuhan: Setelah sembuh, penderita harus memastikan untuk menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan sekitarnya untuk mencegah penularan lebih lanjut.

Selain langkah-langkah ini, penting juga bagi masyarakat untuk menjaga kewaspadaan terhadap potensi penularan monkeypox, mengingat penyakit ini dapat menular melalui gigitan dan cakaran hewan yang terinfeksi virus serta manusia penderita virus yang menyebar melalui kontak erat, seperti hubungan seksual atau kontak langsung dengan lesi kulit penderita.