Emosi vs Rasional: Mengungkap Faktor Dominan dalam Memilih Pemimpin

Pria yang sedang menempuh pendidikan S1 Psikologi di Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA
Tulisan dari Surya Hanif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pemilihan pemimpin merupakan salah satu keputusan penting yang harus diambil oleh masyarakat. Keputusan ini akan berdampak pada masa depan bangsa dan negara. Dalam proses pemilihan pemimpin, Biasanya, kita mempertimbangkan banyak hal, termasuk perasaan dan logika kita. Tapi, apa iya sih, kita lebih banyak dipengaruhi oleh perasaan ketimbang logika saat memilih pemimpin?”
Faktor emosional adalah yang berkaitan dengan perasaan, emosi, dan keyakinan. Faktor ini sering kali mempengaruhi keputusan seseorang secara tidak sadar. Faktor rasional adalah faktor yang berkaitan dengan logika, akal sehat, dan pengetahuan. Faktor ini sering kali digunakan untuk membuat keputusan secara sadar.
Faktor emosional yang mempengaruhi pemilihan pemimpin
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Psikologi, Universitas Kristen Satya Wacana, terdapat hubungan signifikan dan positif antara Kecerdasan Emosi dengan Kepemimpinan Transformasional, yang menunjukkan bahwa emosi, khususnya kecerdasan emosi, memainkan peran penting dalam memilih pemimpin. Sementara itu, penelitian lain yang dilakukan oleh Fakultas Psikologi Universitas Airlangga menunjukkan bahwa regulasi emosi berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan psikologis, yang juga dapat mempengaruhi perilaku memilih pemimpin.
Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
Faktor biologis: otak manusia dirancang untuk lebih cepat memproses informasi emosional daripada informasi rasional.
Faktor pengalaman: manusia cenderung membentuk opini berdasarkan pengalaman pribadi dan emosi yang terkait dengan pengalaman tersebut.
Faktor sosial: manusia lebih mudah dipengaruhi oleh orang lain, terutama orang yang dikagumi atau dipercaya.
Namun, apakah benar manusia cenderung dipengaruhi oleh faktor emosional bukan rasional dalam memilih pemimpin? Jawabannya adalah tidak pasti. Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi keputusan seseorang dalam memilih pemimpin.
Faktor Rasional dalam Memilih Pemimpin
Penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Psikologi, Universitas Tujuh Belas Agustus menunjukkan bahwa gaya pengambilan keputusan rasional memiliki pengaruh signifikan terhadap pemilihan pemimpin3. Dalam penelitian ini, pemilih yang memilih seorang kandidat berdasarkan prestasi, keberhasilan, serta kapasitas kepemimpinan yang dimiliki dari seorang kandidat dan melihat kinerja-kinerja kepemimpinan sebelumnya dianggap sebagai model pilihan rasional.
Faktor rasional yang dapat mempengaruhi pilihan manusia dalam memilih pemimpin antara lain:
Rekam jejak pemimpin: manusia cenderung memilih pemimpin yang memiliki rekam jejak yang baik dalam hal kepemimpinan.
Latar belakang pendidikan dan pengalaman pemimpin: manusia cenderung memilih pemimpin yang memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman yang sesuai dengan posisi yang akan didudukinya.
Kebijakan dan program yang ditawarkan pemimpin: manusia cenderung memilih pemimpin yang menawarkan kebijakan dan program yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka.
Kesimpulan
Faktor emosional dapat menjadi pertimbangan yang penting dalam memilih pemimpin, terutama dalam konteks pemilihan pemimpin yang memiliki popularitas tinggi. Popularitas dapat membuat seseorang memiliki persepsi yang positif terhadap calon pemimpin, sehingga lebih cenderung memilihnya.
Namun, faktor rasional juga penting untuk dipertimbangkan dalam memilih pemimpin. Rekam jejak kerja, kompetensi, dan visi dan misi calon pemimpin dapat menjadi pertimbangan yang penting untuk memastikan bahwa calon pemimpin tersebut memiliki kemampuan dan komitmen untuk memimpin dengan baik.
Oleh karena itu, dalam memilih pemimpin, penting untuk mempertimbangkan kedua faktor, yaitu faktor emosional dan rasional. Dengan mempertimbangkan kedua faktor tersebut, diharapkan dapat menghasilkan keputusan yang tepat dan bermanfaat bagi bangsa dan negara.
