Konten dari Pengguna

Cegah Stunting di Madureso, Mahasiswa KKN Unair Sukses Gelar Program GIZIKU

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Syaamil Hidayat tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cegah Stunting di Madureso, Mahasiswa KKN Unair Sukses Gelar Program GIZIKU
zoom-in-whitePerbesar

MOJOKERTO – Dalam upaya menekan angka stunting yang masih menjadi isu nasional, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Belajar Bersama Komunitas (BBK) ke-6 Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan program "GIZIKU: Edukasi Gizi untuk Ibu Hamil dan Menyusui". Acara yang menargetkan ibu hamil dan menyusui ini digelar di Balai Dusun Guyangan, Desa Madureso, Mojokerto, pada hari Kamis, 10 Juli 2025.

Program ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap stunting yang tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan kognitif dan daya tahan tubuh anak. Salah satu penyebab utama stunting adalah asupan gizi yang tidak adekuat selama 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Banyak ibu yang belum sepenuhnya memahami cara pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat, sering kali karena terbatasnya akses terhadap informasi yang akurat.

Koordinator program menjelaskan bahwa GIZIKU dirancang untuk menjawab permasalahan tersebut. "Tujuan kami adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para ibu dalam memahami prinsip pemberian MP-ASI yang benar, baik dari segi jadwal, kuantitas, maupun kualitas gizi," ujar Rachel.

Kegiatan yang dilaksanakan setelah sesi Posyandu ini berhasil menarik partisipasi aktif dari 30 peserta yang terdiri dari ibu hamil dan menyusui di Dusun Guyangan. Metode penyuluhan dibuat interaktif dengan menggunakan media leaflet yang informatif. Materi yang disampaikan mencakup pengertian, penyebab, gejala, dan cara pencegahan stunting, serta prinsip-prinsip penting dalam pemberian MP-ASI.

Puncak dari acara ini adalah sesi demo masak atau live-cooking pembuatan MP-ASI. Dalam sesi ini, mahasiswa mempraktikkan secara langsung cara mengolah menu MP-ASI yang bergizi seimbang dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah didapat oleh warga.

"Demonstrasi memasak ini kami harapkan bisa memberikan contoh nyata yang mudah ditiru oleh para ibu di rumah. Kami ingin menunjukkan bahwa menyiapkan makanan bergizi untuk anak tidak harus mahal atau sulit," tambah salah seorang anggota tim KKN.

Hasilnya, seluruh peserta mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai pencegahan stunting melalui materi yang dipaparkan dan leaflet yang dibagikan. Sesi demo masak juga mendapat sambutan antusias karena memberikan solusi praktis bagi para ibu.

Melalui program GIZIKU, mahasiswa KKN BBK 6 UNAIR berharap dapat mendorong para ibu di Desa Madureso untuk menerapkan praktik pemberian MP-ASI yang tepat, sehingga mampu menurunkan risiko stunting dan menciptakan generasi masa depan yang lebih sehat dan cerdas.