Konten dari Pengguna

Memaknai Pidato Presiden Sukarno pada Korps Bhayangkara

MT Bara Sakti
Penulis saat ini mengabdikan diri di Pusat Studi Arsip Statis Kepresidenan
10 Juli 2024 16:22 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari MT Bara Sakti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kasetukpa Lemdiklat Polri Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto saat rayakan Kemerdekaan RI Ke 78 bareng warga Sukabumi, Kamis (17/8/2023). Foto: Dok. Lemdiklat Polri
zoom-in-whitePerbesar
Kasetukpa Lemdiklat Polri Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto saat rayakan Kemerdekaan RI Ke 78 bareng warga Sukabumi, Kamis (17/8/2023). Foto: Dok. Lemdiklat Polri
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Permasalahan yang dihadapi Polisi di Indonesia tidak terlepas dari dinamika dan tantangan yang terus berkembang seiring waktu. Kemajuan Polri sangat tergantung pada kinerja para anggotanya, yang dituntut untuk mampu menjalankan tugas dengan baik dan penuh dedikasi.
ADVERTISEMENT
Salah satu inspirasi yang dapat memotivasi anggota Polri adalah arahan dari pemimpin bangsa di masa lalu. Contohnya pada pidato Presiden Sukarno di acara HUT ke-17 Kepolisian, 1 Juli 1963.
Dalam pidatonya, Presiden Sukarno menyampaikan pesan tentang tugas dan tanggung jawab Polri. Salah satu kutipan yang dapat dimaknai adalah,
Kutipan ini menegaskan bahwa anggota Polri dalam menjalankan pekerjaan telah dimuat dalam Tribrata dan Catur Prasatya, dua kode etik yang menjadi dasar moral dan kinerja bagi setiap anggota Polri.
Sumber: ANRI. Daftar Arsip Pidato Presiden Sukarno 1958-1967. Nomo 499.
Memaknai pidato ini, diingatkan bahwa anggota Polri bukan hanya sekadar menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga menegakkan hukum dengan kebenaran, keadilan dan kemanusiaan. Tribrata dan Catur Prasatya bukan hanya semboyan, tetapi harus menjadi panduan hidup dan pedoman kerja setiap anggota Polri. Hal ini berarti, tiap anggota harus menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, jujur, dan berani demi kepentingan bangsa dan negara.
ADVERTISEMENT
Pidato ini juga relevan dalam konteks permasalahan yang dihadapi Polri saat ini. Guna menghadapi berbagai tantangan, baik dari dalam maupun luar institusi, anggota Polri perlu kembali pada nilai-nilai dasar yang telah diikrarkan. Ikrar dalam Tribrata dan Catur Prasatya menjadi motivasi anggota Polri untuk tetap berpegang pada prinsip-prinsip keadilan, kemanusiaan, dan profesionalisme.
Sebagai Korps Bhayangkara, anggota Polri memiliki peran penting dalam mewujudkan visi dan misi institusi. Kemajuan Polri tidak hanya bergantung pada kebijakan pimpinan, tetapi juga pada kontribusi individu setiap anggotanya. Dengan menjadikan pidato Presiden Sukarno sebagai inspirasi, diharapkan anggota Polri dapat terus meningkatkan kinerja, menghadapi permasalahan dengan bijaksana.
Pidato Presiden Sukarno pada HUT ke-17 Kepolisian, tahun 1963 bukan hanya sebuah kata, tetapi merupakan pesan abadi yang terus relevan bagi anggota Polri. Dengan memaknai dan mengamalkan pesan tersebut, Polri semakin dekat menuju Polri yang presisi.
ADVERTISEMENT