Pencarian populer

Terbaik! Memperingati Kemerdekaan di Perbatasan Indonesia

(Foto: UPT Sesdilu, Kemenlu)

Rasanya tidak berlebihan jika peringatan hari kemerdekaan Indonesia di Kabupaten Belu silam menjadi salah satu momen 17an yang paling berkesan yang pernah saya ikuti.

Mulai menjadi saksi langsung keberanian Joni memanjat tiang bendera, ikut menghadiri renungan suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Seroja, serta turut bergembira dalam acara pesta rakyat di daerah perbatasan. Semua kisah terebut akan menjadi pengalaman yang akan selalu saya ingat dalam hidup saya.

Ya, Siapa tak kenal Joni? Lelaki yang akan beranjak remaja itu kini sedang viral dibicarakan karena aksi patriotiknya memanjat tiang setinggi 23 meter demi sang saka tetap berkibar saat upacara bendera 17 Agustus silam.

Kisahnya semakin mengundang decak kagum karena pada saat menaiki tiang tersebut, ternyata Joni sedang menahan sakit perutnya yang sudah dirasakannya sejak pagi. Ia tak sungkan langsung berlari ke arena upacara dari ruang kesehatan setelah mendengar wakil Bupati mencari seseorang yang bersedia memperbaiki tali pengait yang menyangkut di atas tiang bendera. Sungguh sikap yang sangat luar biasa bagi anak berusia 14 Tahun, bukan?

(Foto: peserta Diklat Sesdilu, Kemenlu)

Bisa dikatakan, Joni adalah satu potret anak-anak perbatasan Indonesia. Bersyukur kami, peserta Diklat Sesdilu Kementerian Luar Negri, yang saat itu mendapatkan kesempatan selama sekitar 6 hari di Atambua dalam rangka untuk berbagi ilmu dan pengalaman terhadap para pelajar, dari tingkat Sekolah Dasar hingga Universitas.

Dan sungguh tidak berlebihan rasanya bila pada akhirnya, kami lah yang banyak belajar dari keberanian dan sikap tidak mudah menyerah anak-anak Atambua.

Rangkaian Peringatan Kemerdekaan

Momen peringatan hari kemerdekaan di Belu dimulai sejak Kamis 16 Agustus 2018 di TMP Seroja. Kegiatan ini diadakan untuk memperingati para pahlawan kemerdekaan yang telah berjasa bagi bangsa dan negara.

Dalam upacara tersebut perwakilan petugas khusus menyalakan obor dilanjutkan dengan doa yang dipimpin petugas mewakili Kantor Agama Belu.

(Foto: Dian Ratri)

Setelah upacara bendera yang sangat patriotik selesai, acara pesta rakyat pun digelar. Seperti kebanyakan pesta rakyat di daerah lain di Indonesia, pesta rakyat di Belu juga diisi dengan beraneka lomba rakyat tradisional, seperti balap karung, tarik tambang, joged dangdut hingga balap bakiak. Kami pun turut serta mengikuti lomba dengan berbaur bersama warga.

Lucunya, semua lomba dijuarai oleh para anak-anak sekolah (SD-SMP). Entah karena anak-anak lebih cepat dan lihai dalam melompat, seperti dalam lomba balap karung, maupun lebih kecil badannya, seperti dalam balap bakiak, semua dimenangi oleh anak-anak Belu. Namun yang pasti, semua pihak sangat menikmati pesta rakyat ini.

Demikianlah peringatan kemerdekaan di salah satu perbatasan Indonesia. Meski dihadapkan dengan berbagai keterbatasan, namun wajah-wajah yang tampak adalah wajah penuh tawa dan penuh semangat. Dan wajah-wajah tersebut telah menjadikan momen peringatan kemerdekaan tahun ini sangat penuh makna bagi saya.

---

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Kamis,23/05/2019
Imsak04:26
Subuh04:36
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.22