Konsep Nusantara Pada Daging Ikan Tongkol

Mahasiswa Universitas Padjadjaran
Tulisan dari Muhammad Wijatmikko tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia memiliki sumber daya hayati laut yang sangat besar dengan kandungan berbagai macam jenis makhluk hidup di dalamnya. Ikan merupakan salah satu dari kekayaan hayati tersebut sekaligus mempunyai manfaat dalam bidang Kesehatan karena kandungan gizinya yang tinggi. Kandungan gizi yang utama pada ikan adalah protein dan asam-asam lemak esensial yang sangat berguna bagi kesehatan manusia.
Daging ikan tongkol ternyata membawa konsep Nusantara lohh, dalam dagingnya terdapat dua warna yang berbeda yaitu daging berwarna merah dan berwarna putih. Daging yang sudah sering kita konsumsi merupakan daging yang berwarna putih, sedangkan kebanyakan daging merah pada ikan tongkol jarang dikonsumsi dan lebih memilih untuk tidak dikonsumsi. Mengapa demikian? Nah mari kita Simak lebih lanjut.
Hasil dari beberapa penelitian menyatakan bahwa, dalam rata-rata ikan tongkol sebesar 780g terbagi kedalam 390g daging (50%), 320g tulang, kepala dan isi perut (41,03%), 40g kulit (5,13%), dan 30g air yang sebagai sisanya (3,85%). Dalam 50% kandungan daging pada ikan tongkol, sebanyak 37,18% ternyata merupakan daging putih dan sisanya merupakan daging merah (12,82%). Namun bukan itu saja yang menjadi alasan daging putih lebih sering dikonsumsi, lalu ada apa lagi? Kita Simak lebih dalam.
Dalam suatu penelitian yang meneliti kandungan daging pada ikan tongkol, ternyata daging putih memiliki kandungan protein dan air yang lebih tinggi dibanding daging merah, lemak yang terkandung dalam daging putih juga lebih sedikit dibanding dengan yang terkandung dalam daging merah. Namun bukan berarti daging merah tidak mempunyai keunggulan, ternyata kandungan mineral yang terkandung dalam daging merah lebih tinggi dibanding daging putih.
Nahhh sudah tahukan kenapa daging putih lebih sering dikonsumsi? Karena kebanyakan masyarakat Indonesia mengkonsumsi ikan mengincar dari segi proteinnya, sedangkan daging merah yang menjadi sumber mineral menjadi terlupakan.
Muhammad Wijatmikko Ginang Pratidnia
Aulia Andhikawati, S.Pi, M.Si.
Universitas Padjadjaran
Referensi:
Hafiludin, H. (2011, April 12). KARAKTERISTIK PROKSIMAT DAN KANDUNGAN SENYAWA KIMIA DAGING PUTIH DAN DAGING MERAH IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis). Hafiludin | Jurnal Kelautan: Indonesian Journal of Marine Science and Technology. https://journal.trunojoyo.ac.id/jurnalkelautan/article/view/885/778
