Hidup Hemat Mahasiswa: Drama Tanggal Tua yang Bikin Hebat

Mahasiswa aktif UIN Syarif Hidayyatullah Jakarta
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Muhammad Fathirullah Al-bukhori tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Awal Bulan Serasa Sultan, Akhir Bulan Jadi Pejuang.
Menjadi mahasiswa bukan hanya tentang belajar di kelas atau mengerjakan tugas-tugas kuliah. Di balik itu, ada perjuangan nyata yang hanya dimengerti oleh mereka yang pernah menjalaninya: bertahan hidup di akhir bulan. Awal bulan mungkin terasa menyenangkan. Kiriman dari orang tua baru saja masuk, makan enak, nongkrong bersama teman, dan masih bisa beli jajan kekinian. Namun, begitu kalender memasuki minggu ketiga atau keempat, cerita mulai berubah. Dompet mulai kosong, dan mie instan menjadi menu utama setiap hari. Ini bukan sekadar keluhan mahasiswa, tapi realita yang membentuk karakter. Hidup hemat menjadi bagian penting dari perjalanan belajar itu sendiri.
Kenapa Mahasiswa Harus Jago Hemat?
Soalnya, uang jajan dari orang tua (atau beasiswa) tuh jumlahnya nggak berubah, tapi kebutuhan makin banyak. Mulai dari bayar kos, beli kuota, makan sehari tiga kali (atau dua kali ditambah cemilan), belum lagi kalau ada tugas yang harus print warna, atau disuruh beli properti buat presentasi kelompok. Belum lagi godaan flash sale dan ongkir Rp 0. Jadi ya mau nggak mau, hidup hemat itu bukan pilihan. Tapi keharusan. Apalagi kalau kamu anak rantau yang jauh dari orang tua dan nggak bisa minta tambahan tiap kali saldo tinggal 12 ribu.
Trik Bertahan di Tanggal Tua ala Anak Kos
Tenang, kamu nggak sendiri. Banyak kok mahasiswa yang udah nemuin jurus-jurus bertahan hidup versi mereka sendiri. Ini beberapa di antaranya:
1. Catat Pengeluaran (meski sering lupa)
Coba deh tiap habis belanja, catat. Biar tahu, ternyata yang bikin bocor dompet tuh bukan nasi padang, tapi jajan boba random dan pesan gofood pas ngantuk malam-malam.
2. Masak Sendiri Kalau Bisa
Masak telur dadar atau bikin mie kuah plus sayur sawi aja udah cukup kok. Kalau rame-rame masak bareng anak kos, selain hemat, bisa sekalian quality time.
3. Jalan Kaki Itu Ibadah
Kalau jarak ke kampus cuma 10–15 menit, coba jalan kaki. Lumayan, hemat ongkos dan bisa sambil mikirin tugas yang belum dikerjain.
4. Belanja Saat Diskon Datang
Manfaatkan promo, cashback, voucher mahasiswa, atau apapun yang bikin harga jadi miring. Tapi inget, jangan kalap beli yang nggak dibutuhin.
5. Nikmati Gratisan Kampus
Wifi gratis, seminar ada snacknya, mushola adem, perpustakaan buat ngadem dan tidur siang semua itu harta karun mahasiswa. Jangan disia-siain.
Jadi, buat kamu yang lagi mikir keras gimana cara makan sampai tanggal 30 dengan uang 15 ribu dan semangat hidup seadanya. Hidup mahasiswa memang keras, tapi justru di situ kamu dilatih jadi kuat. Ingat, yang penting kamu tetap bisa kuliah, tetap bisa senyum, dan tetap semangat. Karena semua kisah susah ini, suatu saat bakal jadi cerita lucu yang bisa kamu banggakan.
