Kumparan Logo

Airlangga Pastikan PFII Dibangun di Jakarta dan Bali

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto berjalan usai mengikuti rapat yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (21/5/2026). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto berjalan usai mengikuti rapat yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (21/5/2026). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) akan dikembangkan di dua lokasi, yakni Jakarta dan Bali.

"Memang disiapkan satu lokasi di Jakarta yang gedungnya sudah ada,” ucap Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (23/7).

Airlangga menjelaskan, pemerintah saat ini mempertimbangkan lokasi yang paling siap untuk segera dioperasikan terlebih dahulu sebelum pengembangan dilakukan secara lebih luas.

"Pertimbangannya mana yang low hanging fruit. Yang paling tepat bisa kita dirikan,” ujar dia.

Airlangga kemudian menegaskan pada tahap awal akan disiapkan satu lokasi di Jakarta, sementara di Bali pemerintah masih akan menentukan titik yang paling sesuai.

"Di Jakarta satu tempat. Di Bali, sepulau Bali, nanti salah satu lokasi di sana,” tutur Airlangga.

Sebelumnya, CEO Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) dilakukan bertahap. Ia mengatakan, Bali memang kemungkinan menjadi lokasi pusat finansial tersebut.

Namun untuk sementara waktu, pembangunan PFII bakal dibangun dulu di Jakarta. Setelah itu, baru kemudian dikembangkan di Bali.

“Dan memang rencananya itu akan dibuat di Bali, tetapi, kan, perlu ada persiapan mungkin selama dua atau tiga tahun sampai itu menjadi suatu financial center yang bertaraf internasional dan juga akan bisa membuat para investor itu melihat,” ujar Rosan dalam kesempatan berbeda.

“Nah, mungkin di masa transisi ini, dalam dua-tiga tahun ke depan, mungkin akan dibuat dulu di Jakarta selama masa transisi ini, sebelum nanti akan lebih dikembangkan bisa di Jakarta dan juga di Bali,” tambahnya.

Untuk tahap awal di Jakarta, Danantara bakal memanfaatkan aset Gedung Danareksa sebagai kantor operasional sementara.