Bahlil Respons Antrean di SPBU Sulsel: Stok BBM Aman untuk 18-20 Hari

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional masih berada dalam batas minimal, yakni untuk kebutuhan 18-20 hari. Hal ini merespons terjadinya antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Sulawesi Selatan (Sulsel).
"BBM itu secara cadangan stok nasional kita dalam batas minimal nasional, 18-20 hari. Kemudian yang terjadi di Sulawesi Selatan kemarin, itu memang terjadi antrian panjang karena banyak faktor,” kata Bahlil saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9).
Bahlil mengatakan, antrean BBM di Sulawesi Selatan terjadi salah satunya karena ada pihak-pihak yang mengantre di SPBU dengan tujuan tertentu.
“Ngantri di pompa bensin hanya untuk...ya ada maksud lain lah kira-kira begitu,” ucap Bahlil.
Sementara itu Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengungkap salah satu modus penyimpangan yang ditemukan adalah memperbesar kapasitas tangki kendaraan.
"Ngisi tapi tangkinya diperbesar, contohnya kayak gitu. Tangkinya ditambah yang harusnya kapasitasnya X, ditambah X plus 50%, X plus 75%. Contohnya gitu,” kata Laode.
Di sisi lain, Laode memastikan pengiriman BBM tetap dijaga. Namun, fenomena El Nino tahun ini turut mempengaruhi proses distribusi BBM, khususnya pengiriman melalui jalur sungai yang mengalami pendangkalan.
Menurut Laode, tambahan waktu distribusi bisa membuat BBM tiba dan keluar secara bersamaan, sehingga memicu antrean di SPBU.
"Nambah waktu aja, dan kalau nambah waktu, semuanya keluar saat bersamaan, terjadilah antrean. Ini yang kita himbau ke masyarakat bahwa jangan khawatir barangnya ada,” tutur Laode.
