Kumparan Logo

BEI Gandeng Perusahaan Broker-Dealer AS, Buka Akses Investor RI ke Bursa Global

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pergerakan saham.
 Foto: Antarafoto
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pergerakan saham. Foto: Antarafoto

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menjalin kerja sama dengan AlpacaDB, Inc. perusahaan broker-dealer berbasis teknologi dan anggota kliring yang terdaftar di Amerika Serikat.

Kerja sama itu untuk mengeksplorasi pengembangan produk offshore yang memungkinkan investor Indonesia mendapatkan akses ke berbagai instrumen investasi di luar negeri melalui Anggota Bursa (AB). Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua pihak di gedung BEI Jakarta, Selasa (1/9).

Direktur BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, kerja sama ini merupakan bagian dari persiapan BEI dan AB dalam menghadapi peluang layanan investasi ke pasar luar negeri.

"Jadi seperti yang kita ketahui bahwa selama ini anggota Bursa yang menjadi anggota Bursa Efek Indonesia tidak dapat memberikan layanan kepada investornya terhadap aset di luar, instrumen investasi di luar negeri,” kata Jeffrey.

Ia menjelaskan, UU P2SK sebenarnya telah membuka peluang bagi AB untuk memberikan layanan terkait aset atau instrumen investasi di luar negeri.

"Saat ini OJK juga sedang menyusun pengaturannya, oleh karena itu kita mempersiapkan anggota Bursa kita untuk bisa mendapatkan akses tersebut,” jelas Jeffrey.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik, ketika ditemui wartawan di gedung BEI, Jakarta, Selasa (1/8/2026). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan

Dalam skema kerja sama ini, AB nantinya bisa membangun koneksi dengan sistem Alpaca yang kemudian terhubung dengan berbagai bursa di luar negeri. Sehingga investor RI bisa memperoleh eksposur ke pasar global melalui layanan Anggota Bursa domestik.

"Nanti dengan Alpaca anggota Bursa itu bisa membangun koneksi dengan Alpaca, kemudian Alpaca akan terhubung dengan banyak Bursa di luar negeri. Sehingga investor itu bisa terekspos ke banyak Bursa di luar negeri,” kata Jeffrey.

Menurut Jeffrey, Alpaca merupakan platform yang telah memiliki koneksi dengan lebih dari 50 bursa serta mengantongi izin di sejumlah negara. Meski begitu, ia menegaskan layanan kepada investor tetap akan diberikan oleh AB, sementara Alpaca hanya berperan sebagai sistem penghubung untuk mengakses pasar dan bursa luar negeri tersebut.

Jeffrey menambahkan, skema layanan investasi lintas negara seperti ini sedianya bukan hal yang sepenuhnya baru.

Kerja sama BEI dan Alpaca ini juga dinilai membuka sumber pendapatan baru bagi AB. Pasalnya, selama ini masyarakat Indonesia yang berinvestasi pada saham-saham luar negeri belum seluruhnya menggunakan layanan Anggota Bursa domestik.

"Tentu akan menjadi potensi bisnis, potensi pendapatan baru bagi anggota Bursa kita. Masyarakat Indonesia yang selama ini berinvestasi saham-saham di luar negeri tidak melalui anggota Bursa, saat ini bisa melakukannya melalui anggota Bursa,” tutur Jeffrey.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara BEI dan AlpacaDB, Inc, di gedung BEI Jakarta, Selasa (1/9/2026). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan