Kumparan Logo

BEI Luncurkan Label Saham Hijau, 3 Emiten Jadi Penerima Perdana

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik saat Ring the Bell IDX Green Equity di BEI, Jakarta, Jumat (28/8). Foto: Muhammad Fhandra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik saat Ring the Bell IDX Green Equity di BEI, Jakarta, Jumat (28/8). Foto: Muhammad Fhandra/kumparan

Bursa Efek Indonesia (BEI) meluncurkan IDX Green Equity Designation, yaitu penetapan saham berbasis hijau yang ditujukan memberikan visibilitas kepada emiten yang berkontribusi terhadap ekonomi hijau maupun proses transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan penetapan saham berbasis hijau jadi salah satu tonggak penting dalam pengembangan pasar modal RI yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan.

"Penetapan saham berbasis hijau merupakan milestone penting dalam pengembangan pasar modal Indonesia yang semakin transparan, kredibel, dan berorientasi pada keberlanjutan,” ucap Jeffrey saat Ring the Bell IDX Green Equity di BEI, Jakarta, Jumat (28/8).

BEI menetapkan tiga emiten sebagai penerima designation. Ketiganya adalah PT Hero Global Investment Tbk (HERO), PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN), dan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA).

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik saat Ring the Bell IDX Green Equity di BEI, Jakarta, Jumat (28/8). Foto: Muhammad Fhandra/kumparan

HERO dan KEEN memperoleh penetapan Green Equity atau saham hijau. Sementara TOBA memperoleh penetapan Green Equity Transition atau saham hijau transisi.

Jeffrey mengatakan ketiga perusahaan tersebut sebelumnya telah mengikuti proses piloting.

"Ketiga perusahaan tersebut telah berpartisipasi dalam proses piloting dan memberikan kontribusi penting dalam memastikan kerangka ini dapat diterapkan secara efektif dalam kondisi bisnis yang nyata,” kata Jeffrey.

Selain itu, kata Jeffrey, hingga akhir Juli 2026 sebanyak 83 persen emiten telah menyampaikan laporan keberlanjutan untuk tahun 2025. Dari jumlah tersebut, 15 persen di antaranya telah memperoleh assurance independen. Adapun sekitar 62,5 persen perusahaan yang masuk dalam indeks IDX80 telah memiliki target net zero.

Jeffrey pun mengajak emiten maupun calon perusahaan tercatat untuk berpartisipasi dalam pengembangan ekosistem saham berbasis hijau di pasar modal RI.