Kumparan Logo

BRICS Perkuat Mata Uang Lokal, RI Dorong Transaksi Lintas Negara

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur BI Destry Damayanti dan Wamenkeu Juda Agung menghadiri Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral BRICS. Foto: Bank Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur BI Destry Damayanti dan Wamenkeu Juda Agung menghadiri Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral BRICS. Foto: Bank Indonesia

Negara-negara anggota BRICS memperkuat kerja sama penggunaan mata uang lokal dan konektivitas pembayaran lintas negara di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Komitmen ini dibahas dalam Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral BRICS atau 2nd BRICS Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (BRICS FMCBG) yang berlangsung pada 9-10 September 2026 di Mumbai, India.

Indonesia dalam pertemuan tersebut diwakili Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti dan Wakil Menteri Keuangan RI Juda Agung. Pertemuan dihadiri pimpinan bank sentral dan kementerian keuangan negara anggota BRICS, yakni Indonesia, Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Mesir, UEA, Ethiopia, dan Iran.

Destry menekankan pentingnya menjaga stabilitas sekaligus memperkuat sumber pertumbuhan untuk menghadapi tensi geopolitik dan fragmentasi ekonomi. BI mendorong kerja sama konkret BRICS melalui penggunaan mata uang lokal dalam transaksi serta konektivitas pembayaran lintas negara.

“Indonesia melihat peluang strategis bagi BRICS untuk mengubah berbagai tantangan menjadi resiliensi bersama melalui penguatan kerja sama konkret. Termasuk transaksi mata uang lokal dan konektivitas pembayaran lintas negara, dengan tetap memperhatikan tahapan pembangunan dan prioritas nasional masing-masing negara," ujar Destry, dalam keterangan resmi, Minggu (13/9).

Dalam pertemuan tersebut, negara-negara anggota BRICS menyepakati penguatan kerja sama ekonomi dan keuangan serta peningkatan resiliensi dalam menghadapi tantangan global.

Sejumlah isu yang dibahas mencakup penguatan resiliensi dan pertumbuhan, transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI), konektivitas pembayaran lintas negara, penggunaan mata uang lokal, ketahanan siber, hingga keuangan berkelanjutan.

BRICS juga menyepakati pentingnya penguatan arsitektur keuangan global, termasuk melalui reformasi tata kelola IMF untuk memperkuat suara dan representasi negara berkembang.

Di sela rangkaian pertemuan di Mumbai, Destry juga bertemu dengan Gubernur Reserve Bank of India (RBI) Sanjay Malhotra. Pertemuan tersebut membahas percepatan kerja sama Local Currency Transaction (LCT) Indonesia-India, Local Currency Bilateral Swap Arrangement (LCBSA), serta konektivitas pembayaran melalui QR antarnegara.

Kerja sama ini menjadi salah satu langkah untuk menerjemahkan komitmen BRICS ke dalam konektivitas ekonomi dan keuangan yang memberikan manfaat bagi Indonesia dan India.

Pertemuan BRICS FMCBG Kedua kemudian menyepakati Pernyataan Bersama yang mencerminkan komitmen negara-negara anggota dalam menghadapi tantangan ekonomi global.