Kumparan Logo

Damai AS-Iran Picu Euforia Pasar, Nasdaq Ditutup Naik 3 Persen

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Nasdaq. Foto: JHVEPhoto/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Nasdaq. Foto: JHVEPhoto/Shutterstock

Wall Street menguat tajam pada penutupan perdagangan Senin (15/6), dengan indeks Nasdaq melonjak 3 persen dan Dow Jones mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang masa setelah AS dan Iran mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri perang di Timur Tengah serta membuka kembali Selat Hormuz.

“Pasar menguat karena reli yang dipicu rasa lega. Kami memiliki kesepakatan AS-Iran yang membuat harga minyak turun tajam. Ini meredakan kekhawatiran inflasi dan pada dasarnya mendorong investor kembali ke aset berisiko seperti teknologi,” kata Gene Goldman.

Dikurip dari Reuters pada Selasa (16/6), indeks Dow Jones Industrial Average naik 468,77 poin atau 0,92 persen menjadi 51.671,03. Indeks S&P 500 menguat 122,83 poin atau 1,65 persen ke level 7.554,29.

Sementara itu, indeks Nasdaq Composite melonjak 795,10 poin atau 3,07 persen menjadi 26.683,94, mencatat kenaikan harian terbesar sejak 31 Maret.

Salah satu harapan investor adalah kembalinya aliran minyak dari Timur Tengah dan penurunan harga minyak bisa memberikan ruang bagi Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga tanpa harus menaikkannya guna melawan inflasi.

Selain kesepakatan Iran, perhatian pasar pekan ini juga tertuju pada keputusan kebijakan moneter Federal Reserve yang akan diumumkan Rabu. Ini merupakan pertemuan kebijakan pertama yang dipimpin Ketua The Fed baru, Kevin Warsh, setelah menggantikan Jerome Powell bulan lalu.

Pertemuan tersebut berlangsung setelah data inflasi Mei menunjukkan kenaikan biaya energi mulai berdampak pada harga konsumen.

Menurut alat FedWatch milik CME Group, pelaku pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga minggu ini. Namun, pasar masih memperhitungkan peluang hampir 42 persen untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin sebelum akhir tahun.

Dari 11 sektor utama dalam indeks S&P 500, sektor teknologi menjadi pemimpin penguatan dengan kenaikan 3,4 persen. Sebaliknya, sektor energi menjadi yang terburuk dengan penurunan 3,6 persen.

Pada perdagangan saham individual, saham SpaceX melonjak 19,6 persen pada hari kedua perdagangannya setelah IPO spektakuler perusahaan tersebut mendorong valuasinya melampaui USD 2 triliun. Saham SpaceX ditutup di level USD 192,46 dibanding harga IPO sebesar USD 135.

Kapal dan perahu di Selat Hormuz di lepas pantai Musandam, Oman, Senin (20/4/2026). Foto: REUTERS

Investor menyambut positif debut SpaceX karena berharap keberhasilan IPO tersebut menjadi pertanda baik bagi pasar secara keseluruhan serta IPO yang sangat dinantikan dari OpenAI dan Anthropic yang diperkirakan berlangsung akhir tahun ini.

Di sektor transportasi, saham maskapai penerbangan menjadi salah satu yang paling diuntungkan. Saham United Airlines naik 3,9 persen karena harapan biaya bahan bakar pesawat akan lebih murah seiring turunnya harga minyak.

Perusahaan kapal pesiar juga menguat, dengan Norwegian Cruise Line Holdings naik 3,7 persen dan Carnival Corporation menguat 3,2 persen.

Indeks Volatilitas CBOE (VIX), yang dikenal sebagai indikator ketakutan Wall Street, turun untuk hari ketiga berturut-turut setelah sebelumnya mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua bulan pada pekan lalu.

Indeks semikonduktor Philadelphia (SOX) melonjak lebih dari 5 persen dan ditutup pada rekor tertinggi baru setelah sebelumnya sempat terkoreksi lebih dari 12 persen dari rekor sebelumnya sebelum bangkit dalam reli tiga hari berturut-turut.

Penguatan sektor chip dipimpin oleh Nvidia yang naik 3,5 persen dan Micron Technology yang melesat 10,5 persen setelah setidaknya dua perusahaan sekuritas menaikkan target harga saham perusahaan tersebut secara signifikan.

Di sisi lain, saham Fox Corporation anjlok 16,8 persen setelah mengumumkan akuisisi Roku senilai USD 22 miliar. Saham Roku sendiri turun 1,9 persen.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 21,29 miliar saham, lebih tinggi dibanding rata-rata 20 sesi terakhir sebesar 20,82 miliar saham.

Di Bursa New York (NYSE), jumlah saham yang naik mengungguli yang turun dengan rasio 1,77 banding 1. Tercatat 502 saham mencetak rekor tertinggi baru dan 90 saham menyentuh level terendah baru.

Sementara di Nasdaq, sebanyak 3.034 saham menguat dan 1.900 saham melemah. Indeks S&P 500 mencatat 41 rekor tertinggi baru dalam 52 minggu terakhir dan tiga rekor terendah baru, sedangkan Nasdaq mencatat 202 rekor tertinggi baru dan 89 rekor terendah baru.