Danantara Dahulukan Merger 4 BUMN Karya Ini, WIKA-Waskita Belakangan

Danantara bakal mendahulukan proses merger sejumlah perusahaan konstruksi pelat merah atau BUMN Karya. Empat perusahaan yang dinilai paling mudah untuk digabung adalah PT PP (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), dan PT Nindya Karya.
Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria, mengatakan proses konsolidasi tersebut bakal dilakukan terlebih dahulu sebelum masuk ke restrukturisasi perusahaan lain, terutama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
"Merger PP-Adhi Karya, kemudian juga Brantas dan Nindya karya, ini akan kita selesaikan. Ini yang paling mudah untuk dilakukan mergernya. Kemudian baru berikutnya perusahaan yang harus kita restrukturisasi. Itu ada WIKA-Waskita,” kata Dony kepada wartawan di Jakarta, Jumat (2/10).
Dony menjelaskan, WIKA dan Waskita jadi perusahaan yang lebih menantang dalam restrukturisasi. Upaya tersebut mencakup investasi pada aset perusahaan serta penurunan tingkat utang.
“Terutama sekali WIKA dan Waskita. Kalau yang Hutama Karya, mereka adalah tim sehat,” sebut Dony.
Sebelumnya, Danantara mempercepat rencana merger sejumlah BUMN Karya. Salah satu skema yang disiapkan adalah menggabungkan PP dengan Adhi Karya.
Rencana konsolidasi mencakup tujuh BUMN Karya, yakni Hutama Karya, Waskita Karya, Wijaya Karya, Adhi Karya, PP, Brantas Abipraya, dan Nindya Karya.
