Danantara Inbreng Saham GMFI Rp 5,66 Triliun ke Garuda Lewat Rights Issue

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menyiapkan aksi korporasi berupa Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) III atau rights issue.
Dalam aksi ini, PT Danantara Asset Management (DAM) bakal melakukan inbreng saham PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) senilai Rp 5,66 triliun.
Berdasarkan keterbukaan informasi Garuda ke BEI pada Kamis (1/10), nilai inbreng saham GMFI tersebut mencapai Rp 5.664.912.000.000. Saham yang menjadi objek inbreng sebanyak 82.100.173.900 saham Seri B GMFI atau sekitar 65,77 persen dari modal ditempatkan dan disetor GMFI.
Inbreng dilakukan sebagai setoran modal dalam bentuk selain uang kepada Garuda. Sebagai imbalannya, Garuda bakal menerbitkan saham baru kepada Danantara dengan jumlah yang ditentukan berdasarkan nilai inbreng dan harga pelaksanaan final PMHMETD III.
Sementara itu, pemegang HMETD lainnya, termasuk pemegang saham publik, dapat menggunakan haknya melalui penyetoran dalam bentuk tunai sesuai ketentuan PMHMETD III.
Dalam rencana rights issue, Garuda akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 124.352.806.609 saham Seri E dengan nilai nominal Rp25 per saham. Adapun, harga pelaksanaan rights issue belum ditetapkan dan akan diumumkan kemudian dalam prospektus.
Saham GMFI yang akan diinbrengkan sebelumnya melewati rangkaian pengalihan dari PT Angkasa Pura Indonesia (API) kepada InJourney, kemudian kepada Danantara melalui pembagian dividen non-tunai atau dividend in specie.
Berdasarkan dokumen, setelah seluruh persyaratan terpenuhi dan saham GMFI beralih secara efektif kepada Danantara, saham akan digunakan sebagai objek setoran modal selain uang dalam PMHMETD III Garuda.
Manajemen mengatakan, aksi korporasi ini bagian dari rangkaian restrukturisasi dan penataan kembali kepemilikan GMFI dalam Garuda Indonesia Group. Manajemen menyebut transaksi ditujukan untuk menyelaraskan kembali kepemilikan legal, pengendalian, dan kepentingan ekonomi atas GMFI dengan GIAA sebagai induk maskapai.
Dengan transaksi ini, kepentingan ekonomi Garuda atas GMFI diproyeksikan meningkat sebesar 65,77 persen. Tambahan bagian laba bersih GMFI yang diatribusikan kepada Garuda diproyeksikan sekitar USD 139,54 juta selama periode 2026-2030.
Rencana PMHMETD III masih memerlukan persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB yang dijadwalkan pada 6 November 2026.
