Kumparan Logo

Garuda Indonesia Bakal Jadi Holding Maskapai BUMN, Pelita Air Masuk Grup

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Pesawat Garuda Indonesia. Foto: Darryl Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pesawat Garuda Indonesia. Foto: Darryl Ramadhan/kumparan

Danantara bersama Badan Pengelola (BP) BUMN mempercepat konsolidasi maskapai pelat merah dengan menjadikan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sebagai holding maskapai BUMN.

Dalam skema holding, Pelita Air bakal bergabung ke Garuda Group untuk memperkuat daya saing industri penerbangan nasional. Hal ini dibahas dalam pertemuan Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, dengan jajaran direksi Pelita Air pada Kamis (23/7).

"Garuda Indonesia nanti akan menjadi holding maskapai kita. Pelita akan menjadi bagian dari Garuda Indonesia. Dengan konsolidasi ini, perusahaan-perusahaan tersebut akan memiliki kemampuan yang lebih kuat untuk bersaing dan menguasai pasar," ujar Dony melalui keterangan resminya Jumat (24/7).

Pertemuan Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria dengan jajaran direksi Pelita Air, Kamis (23/7/2026). Foto: Dok. BP BUMN

Dony menyatakan, industri penerbangan butuh pengelolaan yang sangat disiplin. Sebab setiap penerbangan bisa langsung diukur tingkat keuntungan maupun kerugiannya.

"Karena itu penting melakukan analisis terhadap setiap rute dan konektivitas," ucapnya.

Dony menambahkan, Danantara dan BP BUMN juga menargetkan peningkatan kualitas layanan Garuda Group secara menyeluruh.

Ilustrasi Pelita Air. Foto: Darryl Ramadhan/kumparan

Perbaikan bakal dilakukan pada seluruh rantai layanan penumpang, mulai dari sebelum penerbangan (pre-flight), selama penerbangan (in-flight), hingga setelah penerbangan (post-flight).

Penguatan layanan mencakup integrasi sistem penjualan tiket, peningkatan kualitas lounge, pengalaman di dalam kabin, standar pelayanan awak pesawat, kualitas katering, penguatan program loyalitas pelanggan, hingga pengembangan sumber daya manusia.