Kumparan Logo

Gelombang Protes Pusat Data AI Meluas di Eropa, Ribuan Warga Turun ke Jalan

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Data Center. Foto: Gorodenkoff/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Data Center. Foto: Gorodenkoff/Shutterstock

Gelombang protes terhadap pembangunan data center artificial intelligence (AI) semakin meluas di Eropa. Ribuan warga turun ke jalan pada Sabtu (7/11) untuk memprotes ekspansi pusat data yang dinilai berpotensi merugikan masyarakat dan lingkungan.

Di Dublin, Irlandia, sekitar 2.000 orang mengikuti aksi demonstrasi. Sementara itu, sekitar 1.300 orang berkumpul di Helsinki, Finlandia. Aksi serupa juga berlangsung di sejumlah kota kecil lainnya di Finlandia, sebagaimana dilaporkan stasiun televisi YLE.

Perwakilan Stop Dirty Data Centres, koalisi kelompok masyarakat yang memperjuangkan demokrasi lokal dan isu iklim, mengatakan aksi bertujuan menghentikan ekspansi pusat data AI yang dinilai tidak terkendali.

“Kami ingin menghentikan ekspansi pusat data AI yang tidak terkendali dan mencegah demokrasi kita disandera oleh kepentingan industri teknologi besar,” demikian pernyataan koalisi tersebut.

Kelompok kampanye dari Skotlandia hingga Spanyol, serta Prancis hingga Denmark, turut bergabung dalam aksi. Mereka mendesak pemerintah memberlakukan moratorium pembangunan pusat data.

“Pembangunan harus dihentikan sementara sampai kita, sebagai masyarakat, memutuskan secara demokratis apa yang dibutuhkan agar AI dan pusat data melayani manusia serta planet ini, bukan keserakahan swasta,” demikian isi tuntutan.

Ilustrasi data center. Foto: Matthew G Eddy/Shutterstock

Aksi pada Sabtu menyusul demonstrasi di Amsterdam pada Jumat lalu (6/11). Ratusan demonstran terlibat bentrokan dengan polisi di lokasi pusat data milik Microsoft Corp. Aksi berujung pada penangkapan satu orang.

Ekspansi pusat data global semakin pesat seiring perusahaan teknologi menggelontorkan investasi hingga ratusan miliar dolar AS untuk membangun infrastruktur yang dibutuhkan dalam pengoperasian dan pelatihan kecerdasan buatan.

Namun, laju pembangunan memicu kekhawatiran masyarakat. Warga menyoroti kebutuhan lahan dan listrik yang semakin besar, potensi kenaikan biaya energi, serta ketidakpastian mengenai manfaat ekonomi yang akan diterima masyarakat sekitar.

Irlandia jadi salah satu negara yang menarik investasi besar dari perusahaan teknologi AS, termasuk Microsoft, Amazon.com Inc., dan Google milik Alphabet Inc. Investasi menjadikan Irlandia sebagai salah satu pusat data terbesar di Eropa.

Berdasarkan data badan statistik resmi Irlandia, pusat data menyumbang 23 persen dari total konsumsi listrik yang tercatat melalui meteran di negara tersebut sepanjang 2025.

Di Helsinki, para demonstran pada Sabtu berunjuk rasa menuju kantor Google dan gedung parlemen di pusat kota. Pada September, Google mengumumkan investasi terbesarnya di Eropa, yakni senilai 13 miliar euro atau sekitar USD 14,5 miliar di Finlandia.

Investasi tersebut mencakup perluasan pusat data yang sudah ada serta pembangunan dua pusat data baru. Menurut Konfederasi Industri Finlandia, proyek pembangunan pusat data di Irlandia dengan nilai sekitar 80 miliar euro kini berada dalam berbagai tahap perencanaan dan konstruksi.