Produksi Migas Medco Tembus 170 MBOEPD pada Semester I, Laba Ikut Naik 282%

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mencatat kinerja produksi minyak dan gas (migas) mencapai 170 mboepd, atau meningkat 19 persen pada semester I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan produksi ditopang kontribusi gas yang mencapai sekitar 72 persen dari total produksi, sejalan dengan pertumbuhan permintaan gas regional.
MedcoEnergi mempertahankan panduan 2026 untuk produksi minyak dan gas sebesar 165-170 mboepd, dengan belanja modal (capex) minyak dan gas ditetapkan sebesar USD 415 juta.
Dari sisi keuangan, MedcoEnergi membukukan pendapatan sebesar USD 668,3 juta, naik 19,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. EBITDA meningkat 5,7 persen jadi USD 351,1 juta, sedangkan laba bersih melonjak 282,3 persen jadi USD 67,4 juta.
Direktur dan Chief Operating Officer MedcoEnergi, Amri Siahaan, mengatakan perseroan bakal tetap berfokus pada pencapaian target operasional dan disiplin biaya.
“Kami akan terus mengembangkan aset-aset inti dan menjalankan pertumbuhan secara disiplin untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan,” kata Amri saat Public Expose Live 2026 secara daring, Rabu (9/9).
Sementara itu, bisnis ketenagalistrikan melalui Medco Power mencatat penjualan listrik sebesar 2.323 GWh pada semester I 2026, meningkat 16,5 persen secara tahunan dan sejalan dengan panduan 2026 sebesar 4.550 GWh.
Porsi kapasitas terpasang energi terbarukan mencapai 26 persen, yang masih berada dalam kisaran target jangka panjang perusahaan.
MedcoEnergi juga melanjutkan sejumlah proyek utama untuk mendukung produksi sekaligus memperkuat pertumbuhan ke depan. Senoro Phase 2A telah beroperasi penuh pada Juni 2026, sedangkan Bualuang Renewal Plan Phase I mulai berproduksi pada kuartal II 2026.
Adapun, pengembangan Sakakemang masih berjalan dengan target produksi gas pertama pada kuartal III 2027.
