Kumparan Logo

Purbaya Nilai Anggaran MBG Bisa Hemat Jika Siswa Keluarga Mampu Tak Lagi Terima

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berjalan saat akan memimpin sidang aduan kanal Debottlenecking Satgas P2SP di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (19/5/2026). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berjalan saat akan memimpin sidang aduan kanal Debottlenecking Satgas P2SP di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (19/5/2026). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi lebih hemat apabila siswa dari keluarga mampu tidak lagi jadi penerima manfaat.

Purbaya mengaku Kementerian Keuangan (Kemenkeu) belum menerima rincian teknis mengenai implementasi kebijakan tersebut. Menurutnya, pengaturan penerima MBG sepenuhnya kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN).

"Kalau ada orang kaya suka sekolah-sekolah yang bagus-bagus, mungkin nanti kalau mereka bilang mereka nggak mau, yaudah,” ucap Purbaya saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (23/7).

Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ie Masen Ulee Kareng menyosialisasikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada pelajar yang mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri 11 Banda Aceh, Aceh, Jumat (17/7/2026). Foto: Irwansyah Putra/ANTARA FOTO

Meski demikian, Purbaya menilai penyempitan sasaran penerima berpotensi mengurangi kebutuhan anggaran program tersebut.

"Pasti ada kurang kalau begitu dengan penghematan, bukan potongan. Tapi tergantung mereka (BGN-red) bagaimana teknisnya nanti,” ujarnya.

Saat ditanya apakah sudah menerima data jumlah siswa dari kelompok desil 8 hingga 10 yang tidak lagi menjadi penerima MBG, Purbaya mengaku belum memperoleh informasi tersebut.

Sebelumnya Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari memastikan siswa yang berasal dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan desil 8, 9, dan 10 tidak lagi menjadi penerima MBG. Sehingga program MBG lebih menyasar kelompok yang membutuhkan.

Meski demikian, pemerintah masih mengkaji skema pelaksanaan di sekolah yang komposisi siswanya berasal dari kelompok ekonomi beragam.