Konten dari Pengguna

Mahasiswa Sering Overwhelmed: Tips Cara Mengatasinya

Ilustrasi Mahasiswa Sering Overwhelmed. (Sumber: AI Generated dari Dokumentasi Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mahasiswa Sering Overwhelmed. (Sumber: AI Generated dari Dokumentasi Pribadi)

Ketika memasuki babak baru dalam kehidupan akademik, menjadi mahasiswa adalah pengalaman yang mendebarkan. Namun, dibalik kegembiraan dan antusiasme, seringkali tersembunyi juga rasa kecemasan dan kewalahan. Tak jarang, mahasiswa merasa overwhelmed oleh beban tugas, beban akademik, ekspektasi, dan masalah maupun tekanan pada saat remaja yang datang dari segala arah.

Pada dasarnya, overwhelmed adalah perasaan kewalahan yang sering disertai kecemasan, kelelahan, dan sulit konsentrasi. Dalam rutinitas sehari-hari, terutama saat menghadapi tuntutan tinggi di sekolah, kampus, atau tempat kerja, kondisi ini bisa membuat aktivitas yang sebelumnya terasa ringan menjadi sangat berat.

Kondisi tersebut dianggap normal, bahkan dapat memicu sistem otak untuk bekerja lebih produktif. Namun, overwhelmed yang terjadi secara terus-menerus dapat mengakibatkan gangguan kesehatan mental maupun fisik seseorang.

Secara psikologis, overwhelmed dapat dipahami sebagai respons terhadap stres yang melebihi kapasitas seseorang untuk menanganinya secara efektif. Ini bukan hanya tentang memiliki banyak hal yang harus dilakukan, tetapi juga tentang persepsi bahwa tuntutan yang dihadapi melebihi sumber daya atau kemampuan yang dimiliki untuk mengatasinya.

Alasan Dibalik Mahasiswa Sering Overwhelmed

Di era akademik saat ini, mahasiswa sering kali mendapatkan tugas yang tanggat pengumpulan dalam waktu yang berdekatan ataupun sama. Di kondisi ini banyak mahasiswa merasakan kewalahan akibat dari mengerjakan tugas yang tidak kunjung selesai, dan merasa mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu. Tugas yang didapatkan beragam, mulai dari pengerjaan di Ms.Word, Ms.Excel, Canva, Tulis tangan dll.

Di era digitalisasi saat ini tentunya teknologi sangat membantu mahasiswa untuk mengerjakan tugas dengan cepat dan sesuai dengan anjuran perguruan tinggi. Namun, overwhelmed tetap menghantui mahasiswa karena mahasiswa tidak hanya memikirkan tugas tetapi mereka memikirkan bagaimana belajar untuk ujian, berapa nilai yang akan keluar di IPS (Indeks Prestasi Sementara) atau IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) dan bagaimana mendapatkan kerja ketika sudah lulus kuliah sesuai dengan ekspektasi orang tua yang telah membiayai selama menempuh pendidikan di universitas.

Tips Mengatasi Overwhelmed

Cara mengatasi rasa overwhelmed (kewalahan) bagi mahasiswa adalah dengan berhenti sejenak, menuliskan semua beban pikiran, lalu memecah tugas besar menjadi langkah-langkah kecil yang lebih realistis.

Berikut adalah tips strategis jangka panjang untuk mengatasi overwhelmed (kewalahan):

  1. Buat Skala Prioritas: Gunakan skala prioritas untuk membedakan tugas yang mendesak dan yang bisa dikerjakan nanti.

  2. Belajar Bilang "Tidak": Batasi tambahan komitmen atau organisasi jika jadwal sudah penuh dan melebihi kapasitas.

  3. Gunakan Teknik Pomodoro: Fokus belajar selama 25 menit, lalu beri waktu 5 menit untuk istirahat agar otak dan fisik tidak merasa lelah.

  4. Jaga Fisik Tetap Sehat: Pastikan tidur dalam waktu yang cukup (7-8 jam), makan makanan bergizi, dan luangkan waktu untuk olahraga ringan.

  5. Cari Dukungan Sosial: Jangan ragu untuk bercerita (curhat) kepada teman, keluarga, pasangan, AI, atau manfaatkan layanan konseling di kampus atau fasilitas kesehatan jika beban terasa terlalu berat.

Dalam psikologis, overwhelmed (kewalahan) sangat normal dirasakan oleh mahasiswa dimana tekanan tersebut berasal dari tugas, akademik, ekspektasi, dan lain sebagainya. Namun, sebagai mahasiswa tidak boleh terlalut dalam rasa kewalahan karena dapat mengganggu fisik maupun mental dan rasa kewalahan tersebut dapat dicegah ataupun diselesaikan dengan berbagai cara.