Mesir dan Ketulusan Niat Menuntut Ilmu

Penulis, pemikir, pengamat. Merangkum berita secara jujur, dan membantu distribusi konsumsi artikel yang sehat.
Tulisan dari Rifki Hujan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
KKN DR - Webinar Internasional Mesir menjadi rangkaian webinar lanjutan yang diadakan oleh KKN DR Parahita UIN JKT dan Alibata Foundation, setelah dua seminar yang sudah dilaksanakan yaitu, Lebanon dan Maroko.

Webinar ini dilakasanakan pada Sabtu (22/8/2020) yang dihadiri oleh berbagai instansi dan daerah, seperti Sulawesi, Kalimantan dan Jakarta.
Pengenalan negara Mesir ini, tentunya bisa menjadi stimulasi bagi para siswa yang ingin melanjutkan studi ke negeri kinanah tersebut. Baik mengenal gaya hidup hingga aktivitas belajar mengajarnya.
Dalam webinar yang berlangsung kemarin, banyak yang peserta dapat pelajari. Diantaranya, selain mengenal budaya dan gaya hidup, para peserta juga diajak mengetahui bagaimana kehidupan mahasiswa di sana selagi masa pandemi.
Mesir memang bukanlah negara asing di kawasan timur tengah. Terutama sebagai destinasi melanjutkan studi keislaman, Mesir menjadi kiblat dalam hal bidang keilmuan, dimana banyak terdapat para pakar, peneliti dan masyaikh keagamaan yang masih hidup.
Tak heran, jika setiap tahunnya, Mesir selalu menyedot ribuan mahasiswa baru untuk mendatangi Mesir.
"Dalam hal menuntut ilmu di negeri Mesir ini, yang terpenting adalah niat yang kuat dan tulus. Ada banyak sekali tantangan dan rintangan, orang yany hatinya tidak ada keseriusan akan dilihatkan sendiri apa yang ada dalam hatinya," papar Rendy, mahasiswa Al Azhar Mesir, yang menjadi pembicara dalam wabinar ini, selalu mengingatkan pentingnya mewujudkan niat yang tulus jika ingin menuntut ilmu ke negeri para anbiya tersebut.
