Konten dari Pengguna

Eksploitasi Anak Berkedok Berbakti Terhadap Orang Tua

Rizky Mahfudz, SH

Rizky Mahfudz, SH

Sarjana S1 Hukum, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rizky Mahfudz, SH tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: Pixabay (Ilustrasi anak dibekap)
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Pixabay (Ilustrasi anak dibekap)

Dari dulu mungkin kita sering mendengar ataupun diajarkan kalau seorang anak harus berbakti kepada orang tua. Dalam islam kedudukan orang tua memang sangatlah mulia, sehingga dari kecil kita mendapat doktrin untuk bersikap baik dan selalu patuh terhadap orang tua, hal itu memang seharusnya menjadi kewajiban seorang anak terhadap orang tua. Tapi, tidak jarang orang tua menuntut berlebihan kepada anak bahkan sampai mengabaikan hak-hak anak itu sendiri, ini merupakan kekeliruan yang banyak terjadi dalam realitas masyarakat, tidak adil rasanya jika melaksanakan kewajiban tidak disertai hak begitupun sebaliknya.

Islam sangat menekankan berbakti kepada orang tua, bahkan menurut islam durhaka pada orang tua merupakan salah satu dosa terbesar. Quran surat Al-Isra ayat 23 :

فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا

"maka janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik."

Islam memang mengajarkan tentang berbakti kepada orang tua, hal ini sering dimanfaatkan orang tua sebagai tameng dalam memperdaya anak, tetapi mereka lupa kalau islam juga mengajarkan tentang larangan berbuat dzalim, jika melihat pada realita saat ini tidak sedikit anak-anak yang dipaksa bekerja keras usia dini, bahkan sampai mengorbankan pendidikin dan kesehatan anak.

Berbakti bukan berarti menuruti segala perintah orang tua apalagi jika perintah tersebut lebih banyak mudaratnya, sebagai anak mungkin terasa tidak berdaya jika menuntut hak nya kepada orang tua dikarenakan begitu banyak doktrin untuk tunduk pada orang tua bahkan tidak jarang orang tua memaksa anak untuk menuruti semua kemauannya dengan berdalih agama, ketidakberdayaan ini yang membuat posisi anak terasa lemah, sehingga banyak hak-hak anak yang terasa diabaikan seperti hak mendapat pendidikan, hak untuk bermain, dll.

Kita mungkin agak sulit untuk membedakan mana yang termasuk berbakti dan yang mana termasuk eksploitasi anak, terlebih lagi jika anak tersebut melakukan secara sukarela karena sakin patuhnya terhadap orang tua, tapi perlu disadari bahwa anak wajib mendapatkan hak dari orang tua dan negara turut serta dalam perlindungan anak, jika ditinjau dari Undang-undang Perlindungan Anak No. 35 Tahun 2014 :

"Setiap orang yang menyalahgunakan anak untuk kepentingan pribadi, orang lain, atau korporasi dengan cara kerja paksa, pekerjaan berlebihan, atau kegiatan yang membahayakan anak."

Maka, cara membedakan berbakti dengan eksploitasi anak adalah dengan maksud atau kepentingan itu sendiri, jika seorang orang tua menuntut anak untuk berbakti dan memberikan apa saja hak yang seharusnya dipenuhi sebagai seperti mendapat pendidikan, kasih sayang, bermain, dan sebagainya. Maka hal tersebut tidak termasuk dalam kategori eksploitasi anak, dan itulah yang seharusnya terjadi dimana terdapat keseimbangan antara hak dan kewajiban.