Fakta Aktivitas Perdagangan Pasar Tradisional Terapung Banjarmasin

Mahasiswa Jurnalistik Politeknik Negeri Jakarta
Tulisan dari Muharrafi Yudapermana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berbelanja di atas tenangnya air sungai, membuat salah satu pasar di salah satu kota Banjarmasin ini menjadi ramai pengunjung sekaligus wisatawan lokal maupun mancanegara sebab aktivitas perdagangan yang ada di pasar ini.
Pasar Apung Banjarmasin merupakan pasar tradisional terapung tertua di Indonesia. Terletak di Sungai Martapura Provinsi Kalimantan Selatan. Pasar ini terkenal karena berbagai jenis perahu yang digunakan oleh para pedagang untuk menjual produk-produk mereka di atas sungai. Sehingga pasar ini telah menjadi bagian penting dari kehidupan ekonomi dan budaya masyarakat Banjarmasin selama berabad-abad.
Pasar ini dihuni oleh sekitar 400 hingga 500 perahu yang berfungsi sebagai kios untuk pedagang. Setiap perahu memiliki ukuran dan desain yang berbeda-beda, memberikan suasana yang berwarna dan menarik bagi pengunjung. Pemandangan pasar ini sangat unik karena perahu-perahu pedagang saling berdempetan di atas air sungai, sehingga menciptakan pemandangan yang indah dan berwarna-warni.
Aktivitas Perdagangan
Aktivitas pada Pasar Apung Banjarmasin tidak hanya menjadi atraksi wisata, tetapi juga merupakan pusat perdagangan yang penting bagi masyarakat setempat. Para pedagang menggunakan perahu tradisional mereka untuk menjual berbagai produk, seperti hasil pertanian, ikan, rempah-rempah, dan kerajinan tangan.
Penjualan produk pertanian para pedagang membawa hasil pertanian seperti sayuran, buah-buahan, dan rempah-rempah segar ke pasar. Pedagang menawarkan produk-produk ini kepada pengunjung yang datang dengan perahu atau mengunjungi pasar dari daratan. Biasanya pasar terapung buka pada pagi hari sekitar pukul 6 pagi, dan beroperasi hingga pukul 3 atau 4 sore. Namun, jam operasional bisa berbeda-beda tergantung pada musim dan cuaca.
Selain produk-produk makanan, pasar ini juga menawarkan berbagai kerajinan tangan lokal seperti anyaman bambu, kerajinan perak, tenun, dan souvenir khas Banjarmasin. Pengunjung dapat membeli atau melihat proses pembuatan kerajinan tangan ini langsung dari para pengrajin. Sehingga pengunjung atau wisatawan mancanegara merasakan pengalaman berbelanja yang unik di sungai Martapura.
Banyak warung dan pedagang di pasar ini menjual makanan dan minuman tradisional khas Banjarmasin. Beberapa hidangan yang populer di antaranya adalah soto Banjar, ketupat kandangan, mi kuah, nasi kuning, kue tradisional, dan es kelapa muda. Selain penjualan langsung kepada pengunjung, pedagang di pasar ini juga melakukan pertukaran dagang antara satu sama lain. Mereka dapat saling membeli dan menjual produk mereka sendiri atau berdagang dengan pedagang lain untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Ada juga pedagang yang menyediakan pelayanan perahu bagi pengunjung yang ingin menjelajahi sungai Martapura. Mereka menawarkan perjalanan wisata dengan perahu tradisional yang mengelilingi pasar dan area sekitarnya, memberikan pengalaman unik kepada pengunjung.
Pasar Tradisional Apung Banjarmasin menghadirkan kombinasi keindahan alam sungai, tradisi lokal, dan kehidupan perdagangan yang unik. Sehingga pengunjung dapat merasakan pesona visual, aroma, dan keramaian yang menciptakan pengalaman tak terlupakan di pasar ini. Sekaligus pengunjung dapat berbelanja, mengeksplorasi produk lokal, dan menikmati budaya perdagangan yang berlangsung di atas air sungai.
