Tafakur Alam Dengan Berwisata
Tulisan dari Muhdhori Ahmad tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Suasana suntuk kadang menyelimuti, jenuh karena aktifitas, terkadang suasana yang campur aduk ini, menyebabkan lelah badan yang secara tiba-tiba, campur aduk, mengacaukan segala jadwal yang terencana.
Ketika hal ini tiba, biasanya banyak orang melakukan rekreasi, healing, pergi ke tempat-tempat yang dimana alam masih terlihat indah. Biasanya suasana ini masih ada di pantai-pantai, gunung, atau alam yang masih asri.
Dalam islam banyak istilah-istilah terkenal seperti, hijrah, haji, ziarah, perdagangan, serta mencari ilmu pengetahuan, dari hal-hal ini menjadikan faktor bahwa melakukan perjalanan dianjurkan dalam Islam, tentu peralanan yang dimaksud adalah perjalanan dalam tujuan baik. Seprti perjalanan untuk menunaikan ibadah haji, umrah, mencari ilmu, bahkan rekreasi ke tempat-tempat yang baik.
قُلْ سِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَانْظُرُوْا كَيْفَ بَدَاَ الْخَلْقَ ثُمَّ اللّٰهُ يُنْشِئُ النَّشْاَةَ الْاٰخِرَةَ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ۚ ٢٠
Katakanlah, “Berjalanlah di (muka) bumi, lalu perhatikanlah bagaimana Allah memulai penciptaan (semua makhluk). Kemudian, Allah membuat kejadian yang akhir (setelah mati di akhirat kelak). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Al-Ankabut:20)
Lebih jauh ada istilah wisata rohani, secara maknawi dimaknai sebagai suatu perjalanan wisata untuk lebih mengenal ciptaan-ciptaan Allah SWT. Suatu perjalanan yang bertujuan untuk lebih dapat mengenal Allah SWT, kemudian memahami asma dan sifat-Nya. Membuka hati, menerangi jiwa, serta dapat menimbulkan efek positif lainya bagi diri.
اَوَلَمْ يَسِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَيَنْظُرُوْا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْۗ كَانُوْٓا اَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً وَّاَثَارُوا الْاَرْضَ وَعَمَرُوْهَآ اَكْثَرَ مِمَّا عَمَرُوْهَا وَجَاۤءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنٰتِۗ فَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلٰكِنْ كَانُوْٓا اَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَۗ ٩
Tidakkah mereka bepergian di bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul)? Orang-orang itu lebih kuat dari mereka (sendiri) dan mereka telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya melebihi apa yang telah mereka makmurkan. Para rasul telah datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang jelas. Allah sama sekali tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi dirinya sendiri. (Ar-Rum: 9)
Kemudian perjalanan untuk mencari ilmu, ini juga sangat baik untuk dilakukan, yang terbaik adalah dalam usia-usia produktif untuk mencari ilmu, yaitu seorang yang masih dalam usia muda. Biasanya perjalan tujuannya adalah tempat-tempat menimba ilmu, seperti sekolah, pondok pesantren, perguruan tinggi dan lainya. Namun, kini ada istilah sekolah alam yang berwisata sekaligus mencari ilmu.
Selain hal diatas berwisata juga dapat membantu perokonomian masyarakat, dan juga memambah pemasukan daerah. Seperti berkunjung di tempat pariwisata yang sudah dikelola oleh pemerintah, biasanya kan banyak warung, usaha umkm, dan lainya yang berkaitan dengan ekonomi rakyat.
Penting juga untuk dilakukan, bahwa menjaga kelestarian alam adalah tugas manusia sebagai khalifah di muka bumi. Upaya yang harus dilakuka manusia untuk menjaga alam agar tidak rusak dan tetap pada kodratnya serta indah. Upaya ini dapat dilakukan dengan mengadakan penghijauan, menjaga kebersihan lingkungan, eksploitasi lingkungan, serta buang air kecil sembarangan seperti yang diperintahkan Nabi Muhammad SAW. Semoga kita dapat menjaganya dengan berbagai upaya dan alam selalu lestari dan indah.

