Diary: Rasa Gundah dan Alasan Menjauh

Sastra Indonesia - Kritik dan mengangkat kebenaran media berdasarkan analisis mendalam. "Bergerak dengan sastra, bertindak secara hukum."
Tulisan dari Muhammad Rojak Hidayat S,S tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Diantara semua rasa gundah yang telah kini terjadi, setidaknya menjauhimu adalah alasanku agar kau bahagia. Bukan berarti aku kalah dan menyerah, namun semua ini aku lakukan dengan semua bukti cinta dan sayang yang tidak pernah terlihat sedikitpun. Semua ini yang aku utarakan pun tidak akan mampu terbalaskan.
Mungkin dengan itu sudah cukup untuk menjelaskan semua perasaanku, dengan tidak pernah terlihat sedikit pun, bahkan tidak sama sekali kau hargai, setidaknya aku pernah mengisi hari cerah itu yang meredup karena ambisiku. Dengan hari sekejap hitam, karena itu aku sangat menyesal sekali telah hadir dihatimu saat itu.
Semua ini memang salahku, dimana aku terlalu memaksakan hatimu membalas arti perasaan ini. Yang saya pikir akan indah, ternyata malah membuat diriku semakin gundah dengan rasa hancur karena telah memaksa memilihmu. Dan sekarang aku sangat sulit melupakan semua itu, bahkan hati ini seakan mati rasa.
Andai saja tidak memaksakan pertanyaan hati ini, mungkin sekarang aku bahagia dengan kesendirian. Tanpa ada perasaan cinta, tanpa ada perasaan mati rasa yang membuat hari-hari seakan membuatku semakin terpuruk lemah karena penyesalan. Aku berharap semoga melupakanmu berjalan begitu cepat, dan sesuai harapan.
Dengan tidak ada lagi bayang-bayang yang selalu menyelimuti, tanpa harus mati rasa menjalani hidup ini. Dengan melupakanmu yang sangat berharga, semoga kamu selalu bahagia dengan semua orang-orang yang berada disekitarmu. Dimana orang-orang itu tidak menginginkan sesuatu, dan tanpa menyakitimu.
Semua ini akan aku lakukan, dengan alasan aku tidak ingin mengganggu kebahagiaanmu yang kau harapkan. Meskipun kau tidak menyukainya, setidaknya aku adalah hujan yang akan selalu menjagamu. Dengan payung hitam kau membentang tepat di atas kepala, karena aku tahu kau sebenarnya sangat menyukai hujan sebelum masalalu.
Kecewa yang kamu rasa dulu mungkin sama halnya denganku sekarang ini, yang terlalu berharap hingga akhirnya semua itu terpatahkan oleh alam semesta. Tidak perlu menyesal, karena Allah telah menyiapkan sesuatu yang indah untukmu. Dengan berjalannya waktu, aku harap kau dapat bermain hujan kembali dengan motorku.
Oleh karena itu, secepatnya aku akan kembali meraihmu. Dengan tujuan kita dapat sama-sama memulainya dari awal hingga akhir, meskipun tidak ada perasaan lebih diantara kita berdua. Aku harap kau bisa jaga diri dari orang-orang yang hanya menginginkan hal lain, dan untukku selebihnya hanya menjagamu dari jauh.
Sebab, aku tidak ingin melihatmu menangis karena hal itu. Apapun yang terjadi, biarkan aku mendekatimu dengan caraku yang berbeda diantara mereka yang saat ini berada disekitarmu. Meskipun aku sebenarnya iri dengan mereka yang selalu dapat kabarmu, dan selalu kau prioritaskan. Untuk itu, menjauhimu adalah keputusanku yang terbaik.
Aku sangat mencintaimu mawar, "salam satu aspal, nikmat sehat nikmat rejeki untuk kita semua".
