Konten dari Pengguna

Diary: Tulusnya Mencintai dalam Diam

Muhammad Rojak Hidayat S,S

Muhammad Rojak Hidayat S,S

Sastra Indonesia - Kritik dan mengangkat kebenaran media berdasarkan analisis mendalam. "Bergerak dengan sastra, bertindak secara hukum."

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Rojak Hidayat S,S tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar milik pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Gambar milik pribadi

Pada kesempatan kali ini saya akan menuangkan sedikitnya isi hati yang terpendam, dan perasaan yang memang sungguh-sungguh biasa saja. Semoga dapat tercurahkan pada artikel kali ini, dan semoga untuk kalian yang merasakan bisa sama-sama bangkit. Dengan belajar melupakannya, dan membiasakan diri tanpanya. Hehe

Mencintai seseorang mungkin terdengarnya indah, namun apabila keduanya saling mengerti dan mengetahui. Dengan kata mencintai biasanya seseorang itu mampu menjalani hidup ini dengan senyuman, bahkan rasa bahagia pun tidak luput karenanya. Seakan warna-warna hidup lebih cerah, dan hal apa pun terbayang wajahnya.

Mencintai bagi saya adalah sesuatu komitmen yang harus diperjuangkan, apa bila keduanya memiliki tujuan yang sama. Dengan itu seseorang yang benar-benar mencintai, akan memiliki tujuan hidupnya. Yaitu, pernikahan untuk tujuan akhir. Namun berbeda kalau kata mencintai hanya untuk sebagai ungkapan (kata), jelas maknanya berbeda.

Orang yang benar-benar mengerti akan hal mencintai, biasanya akan terlihat diam. Namun orang itu selalu sadar dengan apa yang ia lakukan, misalnya dalam diam. Dalam diamnya orang yang sedang mencintai itu lebih melakukan hal yang terbaik, tanpa harus disuruh untuk melakukan hal-hal sesuatu. Namun sayangnya, jarang sekali dianggap.

Apalagi yang sedang mencintai seorang laki-laki, jelas dengan keseriusannya ia lebih memilih mengalah atas usaha-usaha pada pendekatannya. Mungkin terlihat seperti bodoh, namun seorang laki-laki yang sedang mencintai, akan terlihat lebih diam di depannya. Dengan melakukan sedikit hal, dimana hal itulah yang memang dibutuhkan.

Seseorang yang berani mencintai dalam diam itu menurut saya adalah hebat, hebat akan hatinya yang kuat untuk menahan semua debaran gelisah dan rasa cemburu. Memang tidak bisa disalahkan juga mencintai dalam diam itu sedikit kurang benar, salah akan tidak berbicara langsung (menyatakan) kepada orang yang dicintainya.

Rasa gelisah yang terus menghampiri seakan membuat dunia begitu sepi, karena yang terlihat hanya orang itu. Jangan coba-coba untuk melakukan hal itu. Mencintai seperti itu sangatlah menyakitkan, seakan-akan kita mencintainya dalam mimpi. Seandainya terus diam saja, sedikit demi sedikit akan membuat luka yang parah.

Yang dimana luka itu membuat seseorang makin tidak berani untuk mencintai secara langsung, dan lebih memilih kesendirian untuk mengobatinya. Sempurnanya orang yang mencintai dalam diam adalah ketulusan, dan keihklasan yang begitu besar akan seseorang yang dicintainya. Yang pasti tidak meminta sesuatu, selain komitmen (jelas).

Namun yang disayangkan adalah, kenapa orang yang benar-benar tulus selalu disia-siakan? Pada dasarnya, manusia memang dibutakan mengenai cinta, dan kejujuran. Karena itu, orang yang benar-benar sempurnalah yang dapat melihat akan hal itu. Bisa dibilang orang yang terpilih saja, terpilih dengan diberi hati sederhana.

Saya memang bukan orang yang pintar akan masalah hati, namun saya mengerti menjaga bagaimana hati itu tetap tersusun rapih pada orang yang tepat pula. Sebagai laki-laki saya sangat sadar sekali akan mencintai, namun saya juga masih kurang mengerti kenapa untuk mencintai saja harus dengan memandang penampilan dan materi.

Menurut saya pribadi cinta itu sederhana sekali, intinya saling percaya dan komitmen sudah cukup. Tapi itu menurut saya, berbeda dengan mereka-mereka yang harus mencintai dengan banyak tema. Harus ini harus itu, maunya ini maunya itu. Masih aja, seakan-akan hubungan tidaklah terlihat berharga, melainkan terlihat murahan.

Makannya dalam tahapan ini, biasanya yang benar-benar mengerti adalah seseorang yang telah dewasa dan mengerti akan hal menghargai. Meski mencintai dalam diam pun, seseorang yang dituju pasti akan mengerti pada setiap tingkah seseorang yang sedang mencintainya. Meski semua itu tanpa kata, meski hanya perbuatan kecil.

Namun semua perbuatan kecil itu berkesan, jadi dewasalah dalam jenjang ini. Karena untuk menjalani hubungan sangat dibutuhkan ketulusan, bukan hanya kata saja melainkan perbuatan yang membahagiakan. Karena bahayanya bila tidak mengerti, kerugian dalam hubungan bisa saja dialaminya. Pasti kalian pun mengerti untuk itu.

Sebagai harapan, kita mampu memanusiakan manusia lewat cinta. Dengan ketulusan, kejujuran, dan komitmen. Tentunya dari kata cinta itu akan menjadi suatu hal yang membuat perubahan, dalam kehidupan yang indah dan tentunya semua orang ingin sekali merasakannya. Namun itu semua kembali lagi, kembali pada dirinya sendiri.

Semoga dengan ini kita semua dapat lebih sadar, dengan seseorang yang mencintai kita dengan tulus. Meski orang itu tidak mengutarakan secara langsung, namun ia memiliki tujuan meski tidak banyak yang terlihat. Namun jangan sampai kalian semua tertipu, intinya orang yang benar-benar mencintaimu dengan tulus itu kelihatan.

Jangan khawatir akan jodoh, buat kalian yang tulus dalam menjalankan hubungan akan ada kebahagiaan. Meski kebahagiaan itu bukan bersama orang yang kita sayang, namun jangan berkecil hati. Semua sudah Tuhan tentukan, persiapkan, dan apabila sekarang ketulusan kalian itu ditinggalkan. Mungkin ia adalah orang yang salah.

Semangat cinta yang tulus, kalian berhak mendapatkan kebaikannya. Dengan kebahagiaan yang diberikan Tuhan, dengan semua keindahan yang sempurna. Intinya, jadilah manusia yang jujur, bermanfaat, tegas, dan tahu agama. Itu saja cukup, jangan seperti saya. Banyak maunya tapi malas untuk melakukannya, jadi sangat jelas sakit hati selama ini.

Akhir kata; "salam satu aspal, nikmat sehat nikmat rejeki untuk kita semua yang sabar". Amin