Parkir Liar: Masalah Lama yang Merusak Wajah Wisata

Mahasiswa di universitas pendidikan indonesia, Pembaca, Pemerhati pariwisata dan Ekraf.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Muhtan Dewan Muhtadin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Danau Ranau, sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di perbatasan Sumatera Selatan dan Lampung, memiliki potensi luar biasa untuk menarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Keindahan alamnya yang masih asri, dikelilingi perbukitan dan panorama danau yang memukau, menjadi daya tarik utama kawasan ini. Namun sayangnya, ada satu persoalan klasik yang terus menjadi gangguan: parkir liar.
Sebagai warga yang peduli terhadap pengembangan pariwisata berkelanjutan di Danau Ranau, saya merasa prihatin dengan maraknya praktik parkir liar yang terjadi, terutama di sekitar akses masuk lokasi wisata, jalan utama, hingga dekat penginapan dan tempat makan. Keberadaan parkir liar ini bukan hanya membuat lalu lintas menjadi semrawut, tapi juga merusak kenyamanan dan pengalaman wisata pengunjung.
Yang lebih disayangkan lagi, praktik parkir liar ini kerap kali “dibekingi” oleh oknum tertentu yang memanfaatkan lahan-lahan kosong tanpa izin resmi. Mereka menarik retribusi parkir tanpa standar tarif yang jelas, bahkan terkadang cenderung memaksa. Ini bukan hanya merugikan pengunjung, tapi juga menciptakan kesan buruk tentang pengelolaan destinasi wisata Danau Ranau secara keseluruhan.
Dampaknya sangat luas. Ketika wisatawan merasa tidak nyaman, mereka enggan kembali atau bahkan menyebarkan kesan negatif ke orang lain. Akibatnya, pelaku usaha lokal seperti homestay, warung makan, hingga penyedia jasa wisata, bisa terdampak secara ekonomi.
Solusinya sebenarnya tidak rumit, tapi perlu kemauan kuat dari pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat. Pertama, perlu adanya penataan ulang area parkir resmi, dengan lokasi yang strategis, aman, dan memiliki tarif yang transparan. Kedua, perlu dilakukan penertiban secara konsisten terhadap parkir liar, termasuk memberikan sanksi tegas kepada oknum yang terbukti mengambil keuntungan pribadi. Ketiga, pentingnya edukasi kepada masyarakat sekitar bahwa ketertiban bukan hanya urusan pemerintah, tapi juga bagian dari tanggung jawab bersama dalam membangun citra positif Danau Ranau.
Jika kita ingin Danau Ranau menjadi destinasi wisata unggulan yang berkelas, maka hal-hal kecil seperti parkir pun harus dikelola secara profesional. Tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam, kenyamanan, keamanan, dan ketertiban juga adalah bagian dari daya tarik wisata yang tidak kalah penting.
#ParkirLiar #TertibParkirDanauRanau #WisataNyamanTanpaParkirLiar #ParkirTertibWisataAsyik
