Elpiji Dioplos Air? Ini Jawaban Ilmiahnya

Peneliti di Jurusan Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Magelang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Muji Setiyo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Elpiji yang diduga dioplos dengan air oleh video seorang pria di Kalimantan. Dari tabung yang dibalik itu, terlihat cairan bening yang langsung memicu spekulasi liar, benarkah tabung elpiji dioplos air Tak sedikit yang menduga cairan tersebut tersebut adalah air, bahkan ada yang menuding terjadi praktik oplosan LPG. Wajar saja publik curiga, secara kasatmata, cairan itu memang tampak mencurigakan.
Elpiji berisi air, benarkah?
Sebagai peneliti LPG, saya merasa perlu meluruskan kesalahpahaman ini. Sebab apa yang terjadi sebenarnya bukan tanda oplosan, melainkan fenomena ilmiah yang wajar terjadi pada LPG.
LPG di Tabung Bukan Cuma Gas
Banyak orang mengira isi tabung LPG sepenuhnya berbentuk gas. Padahal, LPG (Liquefied Petroleum Gas) di dalam tabung justru berupa campuran dua fase: cair dan gas. Bagian bawah tabung berisi LPG dalam bentuk cair dan bagian atas tabung berisi gas atau LPG fasa uap.
Saat kita membuka kompor, gas dari ruang atas keluar lebih dulu. Agar tekanan di dalam tabung tetap seimbang, sebagian LPG cair di dasar tabung mendidih, berubah menjadi gas. Proses mendidih ini menyerap panas dari LPG yang masih berbentuk cairan.
Cairan Putih Bukan Air, Melainkan Butana Cair
LPG sendiri terdiri dari dua komponen utama, yaitu propana dan butana. Propan mendidih pada suhu sangat rendah, sekitar -44°C sedangkan butana memiliki titik didih lebih tinggi, sekitar -0,5°C hingga -1°C. Artinya, saat tabung LPG digunakan, propana akan menguap lebih dulu. Semakin lama pemakaian, propana berkurang, dan butana menjadi lebih dominan di sisa cairan tabung.
Nah, saat tabung dibalik dan dikocok, cairan butana ini bisa keluar. Karena suhunya sangat rendah, ia terlihat cairan bening berkabut putih dan cepat menguap kembali menjadi gas begitu terkena suhu ruangan. Itulah cairan putih yang muncul di video, bukan air.
Sudah Dibuktikan Penelitian
Fenomena ini bukan sekadar teori. Penelitian ilmiah dengan alat seperti termokopel dan GCMS (Gas Chromatography Mass Spectrometry) membuktikan pada awal pembukaan tabung, propana lebih banyak terlepas. Semakin lama, gas yang tersisa didominasi oleh butana. Suhu LPG cair juga tercatat turun drastis saat gas dilepas, menciptakan efek dingin ekstrem pada permukaan tabung.
