Preprint: Keuntungan dan Risiko yang Perlu Dipahami Peneliti

Peneliti di Jurusan Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Magelang
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Muji Setiyo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di era digital saat ini, preprint menjadi salah satu cara bagi dosen dan peneliti untuk membagikan hasil riset mereka sebelum melalui proses peer review jurnal. Meskipun menawarkan berbagai keuntungan, preprint juga menyimpan beberapa risiko yang perlu dipertimbangkan.
Apa Itu Preprint?
Preprint adalah versi awal dari manuskrip ilmiah yang diunggah ke platform terbuka sebelum melalui proses peer review. Tujuannya adalah untuk mempercepat penyebaran hasil riset, memungkinkan peneliti mendapatkan umpan balik dari komunitas ilmiah, dan mengurangi risiko "scooping" atau klaim ide oleh pihak lain sebelum publikasi resmi.
Keuntungan Menggunakan Preprint
Percepatan Penyebaran Ilmu: Preprint memungkinkan hasil riset dipublikasikan dalam waktu singkat, mempercepat proses diseminasi ilmu pengetahuan.
Meningkatkan Visibilitas dan Kolaborasi: Dengan mempublikasikan preprint, peneliti dapat meningkatkan visibilitas karya mereka, menarik perhatian dari rekan sejawat, dan membuka peluang kolaborasi.
Mendapatkan Umpan Balik Awal: Preprint memungkinkan peneliti untuk mendapatkan umpan balik dari komunitas ilmiah lebih awal, yang dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas manuskrip sebelum dikirim ke jurnal.
Melindungi Hak Kekayaan Intelektual: Mempublikasikan preprint dapat membantu peneliti membuktikan prioritas penemuan mereka, yang penting dalam konteks hak paten dan pengakuan ilmiah.
Risiko yang Perlu Dipertimbangkan
Skor Similarity Tinggi: Artikel yang telah dipublikasikan di preprint dapat terdeteksi dalam pemeriksaan similarity, yang dapat memengaruhi skor kemiripan dan berpotensi menimbulkan pertanyaan dari editor atau reviewer.
Kebijakan Jurnal Berbeda-beda: Beberapa jurnal mungkin menolak artikel yang telah dipublikasikan di preprint, tergantung pada kebijakan mereka terhadap publikasi sebelumnya.
Masalah Hak Cipta: Karena preprint dipublikasikan terlebih dahulu, beberapa hak cipta bisa jadi bermasalah ketika ingin publikasi di jurnal tertentu.
Kualitas Manuskrip yang Belum Terjamin: Preprint belum melalui proses peer review, sehingga kualitas dan validitas ilmiahnya belum terjamin.
Risiko Keamanan dan Penyalahgunaan: Dalam bidang tertentu, seperti bioteknologi dan ilmu komputer, preprint dapat mengandung informasi yang berisiko disalahgunakan jika jatuh ke tangan yang salah.
Platform Preprint Populer
arXiv – Untuk fisika, matematika, dan ilmu komputer.
bioRxiv – Untuk ilmu kehidupan.
medRxiv – Untuk penelitian medis.
SSRN – Untuk ilmu sosial dan ekonomi.
OSF (Open Science Framework) – Platform independen berbasis komunitas.
Pertimbangan Sebelum Mempublikasikan Preprint
Sebelum memutuskan untuk mempublikasikan preprint, pertimbangkan hal-hal berikut:
Kualitas Manuskrip: Pastikan manuskrip telah melalui proses internal yang ketat dan siap untuk dibagikan.
Kebijakan Jurnal Tujuan: Periksa apakah jurnal yang dituju menerima artikel yang telah dipublikasikan sebagai preprint.
Tujuan Publikasi: Tentukan apakah tujuan Anda adalah untuk mendapatkan umpan balik, melindungi hak kekayaan intelektual, atau mempercepat diseminasi ilmu.
Risiko dan Keamanan: Pertimbangkan potensi risiko penyalahgunaan informasi, terutama dalam bidang yang sensitif.
Kesimpulan
Preprint adalah alat yang kuat untuk mempercepat penyebaran ilmu pengetahuan dan meningkatkan kolaborasi ilmiah. Namun, penting untuk memahami keuntungan dan risiko yang terkait sebelum memutuskan untuk mempublikasikan preprint. Dengan pertimbangan yang matang, preprint dapat menjadi langkah strategis dalam perjalanan publikasi ilmiah Anda.
Dapatkan videonya di:
