Respons Cepat PU Atasi Genangan Air di Ruas Jalan Ngadirejo–Candiroto

Peneliti di Jurusan Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Magelang
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Muji Setiyo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Temanggung – Pada pertengahan Agustus 2025, proyek pelebaran jalan nasional ruas Ngadirejo–Candiroto tengah berlangsung. Khususnya di wilayah Mergoyoso, Batursari, pelebaran jalan dilakukan di ruas Mergoyoso - Sekedung. Namun, ada persoalan yang muncul: saluran air di sisi jalan tertutup tanah sepanjang Mergoyoso hingga Sekedung.
Saluran air tersebut sejatinya sudah lama ada, tetapi karena tertimbun tanah, fungsinya hilang. Akibatnya, saat hujan turun, air melimpah ke badan jalan. Kondisi ini membuat ruas jalan cepat berlubang akibat genangan, sementara pengendara pun merasa tidak nyaman melintas.

Laporan Warga ke Dinas PU
Melihat kondisi itu, pada Jumat 29 Agustus 2025, saya memberanikan diri melapor ke Dinas PU Kabupaten Temanggung dengan membawa foto dan rekaman video sebagai bukti. Setiba di kantor, laporan diterima langsung oleh Bapak Khamim Gunardi, S.T., M.T. Beliau menyambut dengan sangat ramah, mendengarkan dengan saksama, dan berjanji mengkomunikasikan masalah ini ke Dinas PU Provinsi Jawa Tengah dan pihak terkait.
Tak hanya itu, beliau juga menyarankan agar laporan disampaikan ke Kantor PU Kecamatan Ngadirejo. Namun, bila saya tidak sempat, beliau bersedia menghubungi sendiri.
Koordinasi Hingga ke Mandor Lapangan
Usai dari kantor Dinas PU Kabupaten Temanggung, saya langsung menuju Kantor PU Kecamatan Ngadirejo. Di sana saya disambut dengan hangat oleh Pak Yoyok, yang juga menerima laporan saya dengan serius. Beliau bahkan segera menghubungi Pak Sarmono, mandor yang bertanggung jawab terhadap perawatan ruas jalan Ngadirejo–Paten.
Komunikasi terus saya lakukan. Pada Rabu 10 September, saya kembali menghubungi Pak Yoyok lewat WhatsApp, dan beliau menjawab bahwa masalah ini sedang dalam koordinasi dengan pihak berwenang. Di hari yang sama, saya juga berkomunikasi dengan Pak Sarmono. Beliau menyampaikan bahwa laporan sudah mendapat tanggapan dan normalisasi saluran air akan dilakukan sebelum pengecoran jalan dimulai.
Normalisasi Dilaksanakan
Tepat sepekan kemudian, pada Rabu 17 September, alat-alat berat sudah diterjunkan ke lapangan. Pekerjaan normalisasi saluran air pun segera dilakukan. Alat pengeruk tanah (excavator) tampak sibuk bekerja menggali tanah yang menutup jalur air, sementara truk-truk pengangkut disiapkan untuk membawa hasil galian agar saluran kembali terbuka. Aktivitas ini membuat warga sekitar mulai merasa lega, karena tanda-tanda penanganan serius sudah terlihat jelas.
Pekerjaan berlanjut secara bertahap. Setelah galian dibersihkan, proses penataan saluran pun dilakukan. Tak menunggu lama, pada hari Minggu (21 September 2025), pekerja mulai memasang U-ditch di beberapa titik. Material beton ini dipasang dengan rapi agar aliran air lebih tertata, kuat, dan tahan lama. Dengan langkah ini, air hujan diharapkan bisa kembali mengalir sebagaimana mestinya, tidak lagi menggenangi badan jalan, serta mencegah kerusakan jalan di kemudian hari.
Apresiasi untuk Respons Cepat
Sebagai warga, saya merasa sangat dihargai. Laporan yang saya sampaikan tidak hanya ditanggapi, tetapi langsung direspons dengan tindakan nyata. Untuk itu, saya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Dinas PU Kabupaten Temanggung, Kantor PU Kecamatan Ngadirejo, Dinas PU Provinsi Jawa Tengah, serta seluruh pihak terkait.
Respons cepat seperti ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara warga dan pemerintah bisa berjalan dengan baik. Suara masyarakat mendapat tempat, sementara pemerintah hadir dengan solusi. Semoga semangat ini terus terjaga demi infrastruktur yang lebih baik dan pelayanan publik yang makin responsif.
