Konten dari Pengguna

Sabuk Pengaman Makin Berisik, Makin Patuh?

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muji Setiyo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Uji kepatuhan sabuk pengaman dalam berkendara (Sumber: SEME)
zoom-in-whitePerbesar
Uji kepatuhan sabuk pengaman dalam berkendara (Sumber: SEME)

Pernah merasa terganggu dengan bunyi peringatan sabuk pengaman yang terus berbunyi ketika sabuk belum dipasang?

Sistem Seatbelt Reminder System (SBR) memang dirancang untuk membuat pengemudi dan penumpang segera mengenakan sabuk pengaman. Namun, apakah semakin lama dan agresif bunyi peringatannya, semakin tinggi pula kepatuhan pengguna?

Penelitian yang dilakukan Juffrizal Karjanto dan rekan-rekannya dari Universiti Teknikal Malaysia Melaka bersama Malaysian Institute of Road Safety Research (MIROS) mencoba menjawab pertanyaan tersebut melalui eksperimen langsung di kendaraan. Sebanyak 35 peserta diuji menggunakan tiga konfigurasi pengingat pada Perodua Myvi, Hyundai Creta, dan Perodua Ativa.

Ketiganya mewakili sistem yang berbeda: pengingat visual saja, peringatan audio intermiten, dan peringatan audio yang semakin agresif. Peserta ditempatkan sebagai pengemudi, penumpang depan, dan penumpang belakang.

Hasilnya cukup menarik. Pada posisi pengemudi, sistem dengan peringatan yang lebih agresif memang menunjukkan kecenderungan tingkat penggunaan sabuk pengaman yang lebih tinggi. Pada putaran ketiga, misalnya, kepatuhan mencapai 85,7 persen pada Perodua Ativa, dibandingkan 71,4 persen pada Hyundai Creta dan 42,9 persen pada Perodua Myvi.

Namun, secara statistik perbedaannya tidak signifikan.

Yang lebih mengkhawatirkan justru penumpang belakang. Hanya 28,57 persen peserta yang mengenakan sabuk pengaman, sementara 71,43 persen lainnya tidak menggunakannya. Perbedaan antara sistem pengingat yang diuji juga tidak signifikan.

Peneliti menduga posisi indikator visual menjadi salah satu persoalan. Pada penumpang belakang, indikator yang sulit terlihat dapat membuat peringatan tidak efektif. Salah satu solusi yang diusulkan adalah penggunaan sensor berat pada kursi sehingga sistem dapat mendeteksi keberadaan penumpang dan memberikan peringatan ketika sabuk belum digunakan.

Penelitian ini juga mengingatkan bahwa teknologi keselamatan tidak cukup hanya dibuat semakin keras atau semakin agresif. Desain sistem harus mempertimbangkan bagaimana manusia benar-benar meresponsnya.

Jadi, jawabannya bukan sekadar “semakin berisik, semakin patuh.” Sistem pengingat memang menunjukkan potensi meningkatkan penggunaan sabuk pengaman, tetapi efektivitasnya juga dipengaruhi oleh desain, posisi peringatan, karakteristik pengguna, dan kondisi eksperimen.

Penelitian lebih lanjut dengan jumlah peserta yang lebih besar masih diperlukan untuk memastikan sistem pengingat seperti apa yang paling efektif.

Artikel lengkap: SEME