Konten dari Pengguna

Scopus Bukan Jurnal, Lho! Ini Fakta yang Perlu Kamu Tahu

Muji Setiyo

Muji Setiyo

Peneliti di Jurusan Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Magelang

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muji Setiyo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Scopus adalah lembaga pengindeks jurnal ilmiah milik Elsevier (Sumber: Penulis)
zoom-in-whitePerbesar
Scopus adalah lembaga pengindeks jurnal ilmiah milik Elsevier (Sumber: Penulis)

Pernah dengar kalimat seperti ini?

“Kamu sudah punya artikel di jurnal Scopus belum?”

“Kalau mau lanjut S3, harus publikasi di jurnal Scopus ya.”

“Itu jurnal internasional Scopus, lho!”

Kalimat-kalimat semacam ini akrab di telinga kalangan akademisi, terutama dosen dan mahasiswa pascasarjana. Tapi… sebenarnya, apa itu Scopus? Apakah benar ada jurnal yang namanya “jurnal Scopus”? Atau istilah itu hanya sekadar penyederhanaan dari sesuatu yang lebih kompleks?

Apa Itu Scopus?

Scopus adalah basis data (database) literatur ilmiah berskala internasional yang dimiliki oleh penerbit besar Elsevier. Bukan jurnal, bukan penerbit, dan juga bukan lembaga pendidikan.

Bayangkan Scopus sebagai “Google Scholar versi akademik premium” namun dengan kurasi yang ketat, standar tinggi, dan metrik ilmiah yang bisa dipercaya.

Scopus mencatat jutaan publikasi dari jurnal ilmiah, prosiding konferensi, dan buku akademik di berbagai disiplin ilmu: dari teknik, sains, kedokteran, sampai humaniora dan sosial.

Fungsi Utama Scopus

Fungsi utama Scopus jauh melampaui sekadar menjadi tempat “menyimpan artikel”. Scopus berperan besar dalam ekosistem akademik global dengan berbagai kontribusi penting. Pertama, Scopus berfungsi sebagai pengindeks jurnal-jurnal ilmiah berkualitas tinggi dari seluruh dunia, menjadikannya sumber terpercaya untuk literatur akademik lintas disiplin. Kedua, Scopus memungkinkan pelacakan sitasi, yaitu menghitung berapa kali suatu artikel dikutip oleh artikel lain, yang sangat berguna untuk menilai relevansi dan dampak suatu karya ilmiah. Ketiga, Scopus menyediakan berbagai metrik bibliometrik, seperti h-index, yang digunakan untuk menilai produktivitas dan pengaruh seorang peneliti dalam komunitas ilmiah. Terakhir, Scopus juga menjadi salah satu acuan resmi dalam berbagai proses penting di dunia akademik, seperti akreditasi institusi, kenaikan jabatan dosen, hingga pemeringkatan universitas secara global.

Jadi, Apa Itu “Jurnal Scopus”?

Jawabannya: Tidak ada jurnal bernama “jurnal Scopus”.

Yang benar adalah: Jurnal yang terindeks oleh Scopus

Artinya jurnal tersebut telah melalui proses seleksi dan masuk ke dalam daftar jurnal bereputasi di Scopus.

muji.blog.unimma.ac.id