Konten dari Pengguna

Teori Ayam vs Teori Telur: Mana yang Membawa Dosen Lebih Cepat Jadi Profesor?

Muji Setiyo

Muji Setiyo

Peneliti di Jurusan Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Magelang

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muji Setiyo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Diskusi cara meraih jabatan profesor (Sumber: Dokumen Penulis)
zoom-in-whitePerbesar
Diskusi cara meraih jabatan profesor (Sumber: Dokumen Penulis)

Siapa yang memotivasi Prof Muji sampai akhirnya bisa menjadi profesor?” Pertanyaan itu dilontarkan Adhan Efendy saat kami berbincang santai melalalui Live Instagram bertajuk Road to Professor. Pertanyaan sederhana, tapi memantik ingatan saya pada perjalanan panjang di dunia akademik.

Saya lalu menjelaskan bahwa dalam meraih jabatan profesor, ada dua cara pandang yang sering saya analogikan dengan teori ayam dan teori telur.

Teori ayam adalah pendekatan sebagian orang yang memilih untuk “menjalani saja” aktivitas tridarma perguruan tinggi, mengajar, meneliti, mengabdi, sambil mengumpulkan angka kredit. Harapannya, suatu saat nanti jabatan profesor akan datang dengan sendirinya. Masalahnya, cara ini sering kali memakan waktu lama, bahkan banyak yang tidak pernah sampai di tujuan.

Teori telur adalah kebalikannya. Kita mulai dengan menetapkan target yang jelas: misalnya ingin menjadi guru besar pada tahun 2026 atau 2027. Dari target itu, kita pelajari pedoman jabatan fungsional, menghitung kebutuhan angka kredit, lalu menyusun career plan yang rinci, apa saja yang harus dilakukan dalam tiga tahun ke depan, dari publikasi, penelitian, hingga kegiatan pengabdian.

Pengalaman saya menunjukkan, mereka yang memilih career planning dengan target terukur lebih banyak yang berhasil mencapai jabatan profesor tepat waktu dibandingkan mereka yang hanya mengandalkan “nanti juga sampai”.

Menjadi profesor bukan hanya soal menunggu waktu berjalan. Ia adalah tentang menetapkan arah, memahami peta jalan, dan melangkah konsisten menuju tujuan. Karena pada akhirnya, dalam dunia akademik, sama seperti dalam hidup, if you fail to plan, you plan to fail.

Dapatkan versi videonya di:

muji.blog.unimma.ac.id