Tips Publikasi Artikel Ilmiah #11: Hindari Kesalahan Ini Saat Menunjuk Caption

Peneliti di Jurusan Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Magelang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Muji Setiyo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam penulisan artikel ilmiah, rapi saja tidak cukup, namun harus juga spesifik, konsisten, dan profesional. Sayangnya, masih banyak penulis, terutama mahasiswa dan pemula, yang belum menyadari pentingnya cara menyebut tabel dan gambar dalam artikel ilmiah.
Sekilas memang terdengar remeh. Tapi percayalah, cara Anda menuliskan “gambar di bawah ini” atau “tabel berikut” bisa memberi kesan kurang profesional. Apalagi jika naskah tersebut ditujukan untuk publikasi ilmiah bereputasi.
Mari kita bahas dua kesalahan umum yang sering terjadi, sekaligus solusinya.
1. Hindari Kalimat Seperti “Gambar di Bawah Ini”
Penyebutan gambar atau tabel sebaiknya langsung merujuk ke nomornya, bukan pada letaknya. Kalimat seperti:
“Pada gambar di atas ini diperlihatkan proses pendinginan.”
memang terasa natural, tapi tidak tepat untuk penulisan ilmiah. Sebab dalam versi cetak, PDF, atau penyusunan ulang oleh editor, letak gambar bisa berubah. Maka, arahkan pembaca dengan cara yang lebih presisi:
“Gambar 5 menunjukkan proses pendinginan sistem HVAC.”
Begitu juga dengan tabel. Hindari kalimat seperti “pada tabel berikut” atau “lihat tabel di bawah”. Gantilah dengan:
“Tabel 4 menyajikan data konsumsi energi rumah tangga.”
Kalimat aktif seperti ini terdengar lebih tegas dan profesional.
2. Hindari Pengulangan Istilah dalam Isi Tabel
Kesalahan lain yang kerap terjadi adalah menuliskan ulang istilah yang sudah ada di judul atau header kolom ke dalam isi tabel.
Misalnya:
Judul: Total Number of Students
Isi tabel: Student = 35
Padahal cukup tulis saja: 35. Karena pembaca sudah tahu konteksnya dari judul atau nama kolom.
Contoh lain:
Header kolom: Percentage
Isi: 48.6%
Seharusnya cukup: 48.6
Mungkin terlihat sepele, tapi pengulangan ini membuat tampilan tabel tampak kurang efisien dan tidak elegan.
Detail Kecil yang Berdampak Besar
Penulisan ilmiah memang menuntut perhatian terhadap detail. Tabel dan gambar bukan hanya pelengkap visual, tapi bagian penting dari penyajian data dan argumen. Semakin rapi dan konsisten Anda menyusunnya, semakin tinggi pula tingkat keterbacaan dan profesionalitas tulisan Anda.
Ingat, editor jurnal atau dosen pembimbing sangat peka terhadap hal-hal seperti ini.
Menulis artikel ilmiah bukan sekadar menyampaikan data, tapi juga menunjukkan sikap ilmiah dan kemampuan teknis dalam menyajikannya. Maka, hindari kalimat kabur seperti “gambar di atas”, dan mulai biasakan menyebut langsung: Gambar 1, Tabel 2, dan seterusnya. Semoga tulisan ini membantu Anda menulis dengan lebih teliti dan profesional. Selamat berkarya!
Dapatkan versi videonya di:
Temukan artikel lainnya tentang "Tips Publikasi Artikel Ilmiah"
