Konten dari Pengguna

Tips Publikasi Artikel Ilmiah #13: Ini 6 Kesalahan Umum dalam Menyajikan Grafik

Muji Setiyo

Muji Setiyo

Peneliti di Jurusan Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Magelang

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muji Setiyo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penyajian grafik yang benar dalam artikel ilmiah (Sumber: Dokumentasi Penulis)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penyajian grafik yang benar dalam artikel ilmiah (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Dalam penulisan artikel ilmiah, grafik bukan sekadar pemanis visual. Ia adalah bagian dari narasi ilmiah yang menyampaikan data dan fakta secara lugas dan terstruktur. Sayangnya, masih banyak penulis pemula dari mahasiswa hingga dosen yang menyisipkan grafik tanpa memahami kaidah yang berlaku di jurnal ilmiah.

Sebagai editor jurnal (Automotive Experiences dan Mechanical Engineering for Society and Industry), saya sering menemukan kesalahan-kesalahan kecil namun krusial dalam penyajian grafik. Yuk, kita bahas satu per satu agar kamu bisa terhindar dari kesalahan yang sama.

1. Grafik Tak Butuh Judul di Atas

Masih banyak yang menaruh judul grafik di bagian atas, seperti di slide presentasi. Padahal, dalam artikel ilmiah, keterangan grafik ditulis di bawah gambar sebagai caption, bukan di dalam grafik itu sendiri.

Contoh yang benar:

Gambar 1. Jumlah pendaftar mahasiswa baru tahun 2020–2024.

Sederhana, bersih, dan sesuai kaidah. Tak perlu ada judul tambahan di atas grafik.

2. Label Sumbu Harus Spesifik

Jangan anggap pembaca otomatis paham bahwa sumbu X adalah tahun dan sumbu Y adalah jumlah. Dalam penulisan ilmiah, semua label harus jelas dan lengkap, termasuk satuannya.

Contoh:

Sumbu X: Tahun (2020–2024)

Sumbu Y: Jumlah Pendaftar (orang)

Kalau kamu menyajikan data suhu, tulis: Temperatur (°C) atau Temperatur (K), bukan cuma “Temperatur” saja.

3. Hindari Bingkai Tebal yang Tak Perlu

Sering kali grafik dipenuhi bingkai hitam tebal di sekelilingnya. Ini bikin tampilan jadi "berat" dan mengganggu fokus. Cukup tampilkan sumbu dan grid tipis untuk memandu pembaca. Biarkan datanya yang berbicara.

4. Legend Jangan Sembarangan

Kalau ada dua atau lebih kurva dalam grafik (misalnya "Seleksi Mandiri" dan "Jalur Reguler"), jangan asal tempel keterangannya di tengah area grafik. Gunakan legend yang rapi di sisi kanan atau bawah grafik. Biar data dan keterangannya saling melengkapi, bukan saling bertabrakan.

5. Tebalkan Garis Data Utama

Data utama sebaiknya ditampilkan dengan garis yang lebih tebal daripada garis bantu atau grid. Ini membantu pembaca langsung menangkap inti informasi yang ingin disampaikan.

6. Ikuti Kaidah Internasional

Ingat, kesalahan kecil seperti ini bisa jadi alasan naskahmu direvisi, atau bahkan ditolak jurnal ilmiah bereputasi. Maka, menyajikan grafik dengan baik bukan hanya soal estetika, tapi juga soal etika dan profesionalitas sebagai penulis akademik.

Menyusun grafik ilmiah bukan hanya tentang menyenangkan mata, tapi juga tentang menyampaikan data secara jujur, akurat, dan bisa dipercaya. Jadi, yuk biasakan dari sekarang: grafik yang bersih, rapi, dan sesuai kaidah. Ilmu itu bukan cuma soal isi, tapi juga cara menyampaikannya.

Dapatkan versi videonya di:

Temukan artikel lainnya tentang "Tips Publikasi Artikel Ilmiah"

muji.blog.unimma.ac.id