Konten dari Pengguna

Transformasi Digital dalam Dunia Penerbitan Jurnal Ilmiah

Muji Setiyo

Muji Setiyo

Peneliti di Jurusan Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Magelang

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muji Setiyo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Automotive Experiences (https://journal.unimma.ac.id/index.php/AutomotiveExperiences)
zoom-in-whitePerbesar
Automotive Experiences (https://journal.unimma.ac.id/index.php/AutomotiveExperiences)

Ketika mulai mengelola jurnal Automotive Experiences pada 2018, saya benar-benar memulainya dari titik nol. Tidak ada tim besar, tidak ada pengalaman panjang, dan tidak ada bayangan rumitnya dunia penerbitan ilmiah seperti generasi sebelumnya. Saya hanya masuk dengan satu modal: semangat, dan keberuntungan karena industri jurnal ilmiah sudah memasuki era digital.

Kadang saya membayangkan bagaimana repotnya para editor pada masa ketika semua proses masih serba manual. Naskah datang dalam bentuk print-out yang menumpuk di meja, atau bahkan dalam bentuk CD. Untuk dikirim ke reviewer, editor harus memasukkan salinan naskah ke dalam amplop dan mengirimkannya via pos. Setelah reviewer memberi catatan, tumpukan kertas itu kembali lagi ke meja editor sebelum akhirnya dikirimkan ke penulis. Satu siklus dapat memakan waktu berbulan-bulan. Belum lagi risiko naskah hilang, rusak, atau tercecer.

Revolusi besar terjadi ketika Public Knowledge Project (PKP) memperkenalkan Open Journal Systems (OJS). Platform ini mengubah hampir seluruh cara kerja editorial, membuat proses pengelolaan naskah jauh lebih terstruktur, cepat, dan transparan. Semua tahapan, mulai dari pengajuan artikel, komunikasi dengan reviewer, revisi, hingga publikasi, tersimpan rapi dalam satu ekosistem digital.

Mengelola Automotive Experiences sejak awal secara digital membuat saya bisa fokus pada hal yang benar-benar penting: mutu editorial, etika publikasi, dan pengembangan reputasi jurnal. Dua tahun kemudian, tepat 8 November 2020, jurnal ini berhasil terindeks Scopus dan tumbuh menjadi salah satu jurnal internasional bereputasi dari Indonesia. Sejujurnya, saya tidak bisa membayangkan menjalani semua itu jika masih hidup di era “kertas, tinta, dan amplop”.

Dampak Besar Transformasi Digital

Transformasi digital bukan sekadar memindahkan proses cetak ke layar komputer. Ia benar-benar mengubah cara pengetahuan ilmiah diproduksi, dikurasi, dan disebarluaskan. Internet dan perangkat digital membuat proses submisi jauh lebih mudah, memungkinkan penulis mengunggah naskah dari mana saja. Editor pun terbantu dengan hadirnya plagiarism checker, repository digital, dan platform manajemen naskah yang terintegrasi.

Sistem digital juga menata ulang proses peer review. Beberapa platform bahkan mulai mengadopsi open peer review yang lebih transparan. Penulis dapat memantau perkembangan naskah secara real-time, sementara editor bisa mengelola ratusan artikel tanpa tenggelam dalam tumpukan berkas fisik.

Digitalisasi juga mengubah cara peneliti mengukur dampak karya mereka. Berkat alat sitasi dan indeksasi digital, penulis dapat mengetahui performa artikelnya, seberapa sering dikutip, hingga siapa saja yang mengunduh atau membacanya. Hasil penelitian dari satu kampus kecil sekalipun kini bisa diakses oleh akademisi di berbagai belahan dunia dalam hitungan detik.

Format publikasi pun berkembang. Selain PDF tradisional, kini ada artikel berbasis XML, hyperlinked content, fast-track publication, hingga artikel berbentuk video interaktif yang memperkaya pengalaman pembaca.

Ada Tantangan Besar Dibalik Peluangnya

Namun, transformasi digital tidak selalu mulus. Penerbit besar justru semakin kuat karena lebih cepat beradaptasi dengan teknologi. Di sisi lain, perpustakaan dan universitas harus mengubah ulang sistem mereka, mulai dari pengelolaan langganan jurnal, repositori institusi, hingga layanan literasi digital. Jadi, meski digitalisasi membuka pintu besar bagi akses pengetahuan, ia juga menghadirkan tekanan baru: siapa pun yang tidak cepat beradaptasi akan tertinggal.