Konten dari Pengguna

Solusi Sampah: Mahasiswa KKN UMY Membangun Incinerator Sederhana di Batur

Mukmin Fathur Rahman Shaleh

Mukmin Fathur Rahman Shaleh

Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

·waktu baca 3 menit

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mukmin Fathur Rahman Shaleh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sleman - Mahasiswa KKN Reguler 021 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang beranggotakan Raihan Lailan Ramadhani (Teknik Mesin), Nazwa Aprilia Riadi (Manajemen), Dela Puspita (Manajemen), Anindhita Rizqi Nugraha (Akuntansi), Aqilah Rizky Pratama(Teknik Sipil), Seprilia Gebril Sitorus (Teknik Sipil), Mukmin Fathur Rahman Shaleh (Ilmu Komunikasi), Muhammad Lutfi Ardiansyah (Manajemen), Riandani Setiawan (Teknik Elektro), Rifhan Wafa Azkanasal Adrian (Manajemen) beserta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Rinasa Agistya Anugrah, Ir., S.Pd., M.Eng. berusaha menemukan solusi praktis untuk tumpukan sampah yang sering terjadi di lingkungan Dusun. Di Dusun Batur, Kalurahan Kepuharjo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, tim KKN Reguler 021 UMY berusaha menciptakan inovasi pengelolaan sampah yang murah, efisien, dan mudah digunakan bagi masyarakat melalui program pembuatan incinerator sederhana.

Program ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa untuk menjawab masalah lingkungan yang sering terjadi di daerah padukuhan, terutama terkait pengelolaan sampah rumah tangga yang belum optimal. Incinerator sederhana dipilih karena praktis, hemat biaya, dan terbuat dari bahan yang mudah didapat.

Mahasiswa KKN Reguler 021 UMY Membangun Incinerator Bersama Warga Dusun Batur
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa KKN Reguler 021 UMY Membangun Incinerator Bersama Warga Dusun Batur

Berakar dari Permasalahan Sampah

Sejak awal pengabdian, mahasiswa KKN 021 UMY menyaksikan bahwa pengelolaan sampah Dusun Batur masih dilakukan secara konvensional, yaitu dengan membakar terbuka yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan.

Program pembangunan incinerator diinisiasi oleh Raihan Lailan Ramdhani, kemudian dibangun bersama dengan anggota KKN 021 UMY yang lain beserta warga. Pengerjaan dilakukan secara gotong royong sejak tanggal 17 Februari hingga 22 Februari 2026. Fasilitas tersebut dirancang sebagai solusi pembakaran sampah dengan sistem aliran udara tanpa listrik, sehingga operasi dan perawatannya mudah dan hemat biaya.

Serah terima Incinerator dari mahasiswa KKN Reguler 021 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta kepada Kepala Dusun Batur

Incinerator dibangun menggunakan bahan sederhana seperti bata ringan dan komponen pendukung lain yang mudah diperoleh. Selain biaya rendah, desain ini disesuaikan dengan keadaan dusun sehingga dapat diterapkan oleh masyarakat lokal.

Proses Pembuatan Bertahap

Mahasiswa KKN Reguler 021 UMY bekerja sama untuk membuat incinerator. Setiap langkah dirancang agar mudah dipahami oleh orang lain yang akan menggunakannya, mulai dari perancangan desain hingga pengumpulan bahan.

Sosialisasi Bahaya Pembakaran Asap Sampah

Sosialiasi Bahaya Asap Pembakaran Sampah dan Cara Penggunaan Incinerator yang Dilaknsakan oleh Mahasiswa KKN Reguler 021 UMY

Tim KKN Reguler 021 UMY melaksanakan sosialisasi terhadap warga mengenai bahaya asap pembakaran sampah. Dalam kegiatan tersebut, warga diberikan pemahaman tentang bahaya pembakaran sampah secara terbuka sekaligus penggunaan incinerator yang aman, jenis sampah yang bisa dibakar, serta dampak positif pengolaan sampah yang baik dan benar.

Diharapkan bahwa sosialisasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan. Program ini dimaksudkan untuk menciptakan kebiasaan baru untuk menjaga kebersihan lingkungan, bukan hanya sebagai solusi teknis.

Alat Sederhana, Berdampak Besar

Mahasiswa KKN Reguler Universitas Muhammadiyah Yogyakarta bersama Incinerator yang telah selesai dibangun

Pembuatan incinerator sederhana ini menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu memerlukan biaya tinggi. Mahasiswa KKN Reguler 021 UMY berusaha menghadirkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat dusun dengan menggunakan pendekatan sederhana dan berbasis kebutuhan lokal.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Reguler 021 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menegaskan peran mereka sebagai agen perubahan sosial yang membawa ilmu dan menyelesaikan masalah nyata bagi masyarakat.