Paul 'The Gatsby Man' Lumihi, Pertahankan Gelar Juara Kelas Bulu One Pride: Fight Night

Content Writer
Tulisan dari Mulyono Sri Hutomo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Paul Lumihi, Juara Nasional One Pride MMA Kelas Bulu Fight Night 15 “No Mercy”, yang merupakan rangkaian terakhir fight night One Pride MMA di tahun 2017. (Istimewa).
Pertarungan perebutan sabuk juara Kelas Bulu One Pride MMA di Britama, Arena, Mahaka Sports Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (02/12/2017) berlangsung sengit. Pertarungan yang telah digelar tadi malam merupakan rematch antara Paul Lumihi fighter asal Syena Martial Arts Jakarta versus Hafid Nur Maradi fighter asal Pitbull Academy Tangerang.
Sebelumnya, di ajang One Pride MMA Season 1, Paul pernah berlaga kontra Hafid. Ketika itu, Paul berhasil mengalahkan Hafid dengan teknik knee yang membawanya menjadi Juara Nasional One Pride MMA Kelas Bulu. Tidak mau kalah kembali dari Paul, Hafid berlatih keras. Sayangnya usaha dan kepercayaan diri Hafid untuk mengalahkan Paul belum bisa terwujud. Hafid harus kembali menelan pil pahit kekalahan dari Paul pada rematch perebutan sabuk juara kelas bulu tadi malam.
Pada ronde pertama Hafid bermain agresif, Ia berhasil menekan dan menyudutkan Paul beberapa kali. Dalam posisi tersudut Paul tetap berusaha memberikan tendangan dan pukulan ke arah Hafid. Sempat bermain bawah, Hafid melepaskan teknik Guillotine choke dan mengunci leher sang juara kelas bulu, Paul Lumihi, yang membuat pertarungan semakin panas. Kuncian demi kuncian diberikan oleh Hafid, namun Paul berhasil meloloskan diri dari serangan tersebut.
Pertarungan di ronde kedua masih berlangsung panas. Paul maupun Hafid terlihat sama-sama bermain agresif demi gelar juara kelas bulu One Pride MMA Indonesia. Hafid memancing Paul untuk bermain bawah, tapi Paul justru bertahan dengan permainan atas. Keputusan Paul bermain atas memberikan peluang Paul melepaskan serangan lutut ke rahang Hafid dan melepaskan pukulan berkali-kali ke arah Hafid yang sudah terjatuh. Juri akhirnya menghentikan pertarungan dan memutuskan kemenangan KO untuk Sang Juara Kelas Bulu One Pride MMA Indonesia.

Paul Lumihi, Juara Nasional Kelas Bulu One Pride MMA dan Ardiansyah Bakrie, (ke-dua dari kiri) Ketua Komite Olahraga Beladiri Indonesia). (Istimewa)
“Sesuai dengan strategi, pada ronde pertama saya mengajak dia untuk mengontrol saya. Di situ dia akan merasa capek dan lelah, kemudian pada ronde kedua saya akan menghabisi dia” ucap Paul ketika diwawancarai usai laga. Ini merupakan kemenangan kedelapan Paul Lumihi dan kemenangan keempat Paul pada laga perebutan gelar. The Gatsby Man sang pemilik sabuk abadi sukses mempertahankan gelarnya sebagai Juara Nasional Kelas Bulu One Pride MMA.
Fight Night 15 “No Mercy” merupakan rangkaian terakhir fight night One Pride MMA di tahun 2017. Pergantian juara pada partai Title Fight terjadi beberapa kali sepanjang tahun ini. Menurut Ardiansyah Bakrie selaku Ketua Komite Olahraga Beladiri Indonesia hal ini membuktikan persaingan antara fighter semakin sengit dan skill para fighter semakin merata.
“Setiap tahun kita ada kejutan. Di awal tahun 2017, kita memberikan kesempatan para fighter latih tanding di Singapura. Bukan tidak mungkin, target tahun depan bukan Singapura lagi. Kita ingin di tahun depan bisa kerjasama dengan promotor luar juga, yang membuat kita semakin meningkat” kata Ardiansyah Bakrie, Ketua Komite Olahraga Beladiri Indonesia.
