Konten dari Pengguna

Sering Menghadiri Majelis

Mulyono

Mulyono

Saya seorang mahasiswa dari Universitas Islam Indragiri (UNISI). Sekarang saya sudah memasuki Semester 7 di Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Dengan jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir. Saya Memulai perkuliah pada tahun 2018 Masehi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mulyono tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

"tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat"
zoom-in-whitePerbesar
"tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat"

Melihat perkembangan majelis di Indonesia saat ini khususnya dimana penulis berdomisili saat sekarang ini dengan melihat di berbagai tempat rumah ibadah baik itu Masjid, Surau, Musholla maupun di rumah-rumah (pendopo) sudah banyak di adakan pengajian maupun hal-hal yang bermanfaat untuk ummat atau masyarakat sekitar, misalnya dengan di adakan majelis dzikir, majelis ilmu, majlis maulidan (sholawat), majelis Al-qur’an, maupun majelis-majelis lainnya. Kemudian dalam majelis tersebut yang hadir mengikuti kajian ada yang hadir puluhan, ratusan, bahkan ribuan orang yang ikut hadir didalamnya sebegitu antusiasnya masyarakat terhadap ilmu terutama ilmu agama islam. Pada hakikatnya apapun jenis majelisnya di dalamnya bertujuan untuk meningkatkan kulitas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Swt, manggali ilmu agama serta untuk mencapai ridho Allah Swt. Maka mari kita hadiri, kita ramaikan kita bersyukur kepada Allah Swt atas karunia, taufik dan hidayah yang Allah Swt berikan kepada kita sehingga dapat menghadiri majelis ilmu.

Habib Abu Bakar Alaydrus pernah mengatakan bahwa “tidak akan turun barokah dari Allah Swt, kalau kita tidak mau usaha di muka bumi ini.” Bahkan sebagian ulama mengatakan, “termasuk kesombongan jika selama hidup, kita tidak pernah menghadiri majelis, karena sudah merasa cukup dengan ilmu yang dimilikinya.” dengan hadir di majelis ilmu hati kita yang kotor akan tercuci, niat yang salah akan diperbaiki Allah Swt, membimbing kita untuk mencintai Allah Swt dan Rasulullah Saw, dapat memahami agama, dapat memahami pelajaran yang terdapat dalam Al-qur’an dengan itu kita akan mendapatkan barokah dan sejuknya pengajian, merasakan ketenangan, taufik dan hidayah ke dalam hati, Serta diangkat derajat oleh Allah Swt. Bukankah salah satu obat hati adalah berkumpul dengan orang shaleh? Maka menghadiri majelis merupakan sarana yang tepat untuk memperbaiki akhlak dan mengobati hati yang terlalu jauh dari Allah Swt.

Rasulullah Saw., bersabda :

إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوا قَالُوا وَمَا رِيَاضُ الْجَنَّةِ قَالَ حِلَقُ الذِّكْرِ

Artinya “Jika kamu melewati taman-taman Surga, maka singgahlah dengan senang.” Para sahabat bertanya,”Apakah taman-taman Surga itu?” Beliau menjawab,”Halaqah-halaqah (kelompok-kelompok) dzikir.” (HR. Tirmidzi)

Luqmanul Hakim berpesan kepada anaknya, “wahai anakku, duduklah kau di majelis orang yang ‘alim. Karena Allah akan menghidupkan hati yang mati menghidupkan dengan tetesan ilmu dari Allah Swt, sebagaimana Allah Swt menghidupkan tumbuhan di bumi dengan air hujan.“ Syekh Abu Bakar Bin Salim pernah berkata, “kami ini para ulama dalah sang penguasa sejati, kecuali para ulama. Pengusaha sejati adalah ulama, mereka diberi kedudukan mulia di dunia dan akhirat, bahkan ulama juga diberi kedudukan mulia yang tinngi di surga Allah Swt.”

Kalau kita perhatikan dengan seksama, ketika hadir di dalam konser yang di dalamnya kita lupa dari Allah Swt kemudian ketika kita hadir di majelis yang di dalamnya selalu mengingat Allah Swt baik dengan dzikir, membaca Al-qur’an, maupun bersholawat kepada Rasulullah Saw., berbedakah rasanya? Duduk didalam pengajian majelis ilmu seperti duduk di majelis jangan ditinggalkan karena menghadiri majelis menyebabkan Allah Swt cinta kepada kita, majelis jangan di tinggalkan, majelis merupakan pintu untuk mencapai ridho Allah Swt dan jalan menuju ke surga. Dengan berkumpulnya kita dengan orang-orang dengan para ulama dan orang-orang shaleh, maka harapannya adalah kelak Allah Swt mengumpulkan kita bersama Rasulullah Saw, di akhirat serta di dalam surga nya Allah Swt. Aamiin yaa rabbal’aalamiin...

Dalam Al-qur’an Allah Swt berfirman :

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

Artinya. “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hatinya tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram .” (Qs. Ar-ra’du : 28)

Wallahu’alam bishowwab…