kumparan
KONTEN PENGGUNA
30 November 2017 1:56

HISTORY PERAYAAN PETIK LAUT MUNCAR BANYUWANGI

Muncar adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Banyuwangi, sebagai bandar ikan laut terbesar kedua setelah Bagan Siapi-api. Sampai saat ini belum pernah ditemukan alasan mengapa lokasi tersebut dinamakan MUNCAR. Suatu kemungkinan adalah merupakan usaha dari para leluhur untuk mempopulerkan Nama Muncar tsb dengan mengkaitkan nama Tokoh Menak Kuncar Muncar atas hubungannya dengan Tokoh Legenda MenakJinggo dalam naskah Langendriyan yang berkerajaan di Blambangan,
ADVERTISEMENT
Di dekat Muncar ini terdapat beberapa peninggalan bekas kerajaan Blambangan lama yang benteng luar Kratonnya sepanjang lebih kurang 10 km mengelilingi lokasi yang termasuk dalam Desa Tembokrejo dan Blambangan serta Kedungrejo di lengkapi dengan peninggalan sejarah yang lain seperti Ompak Sangga Lungur , Setinggil. "Bale Kambang dan Tembok Kraton" yang diabadikan menjadi nama Desa Tembokrejo, walaupun temboknya sendiri sekarang tinggal hanya di dalam .tanah.
Dalam penulisan Muncar pada jaman Majapahit di Penulisan banyak sejarah di kenal dengan nama CANDI GADING merupakan pelabuhan untuk mengadakan hubungan dengan daerah di luarnya. seperti dengan pelabuhan CUPEL yang sekarang telah di gantikan fungsinya oleh Pelabuhan KETAPANG dan GILIMANUK,
Menurut tulisan seorang ahli pertambakan berkebangsaan Belanda WH, Schooster, MUNCAR merupakan pelabuhan penangkapan ikan laut semenjak jaman purbakala.
ADVERTISEMENT
Secara fisik potensi tersebut di dukung oleh perletakan Muncar di Teluk Pangpang dengan beberapa muara sungainya yang membawa plankton-plankton sebagai sumber makanan ikan laut.
Perairan laut Muncar akan merupakan potensi Penangkapan ikan laut yang dapat di andalkan sampai kapanpun. Muncar sebagai salah satu daerah penangkapan ikan terbesar di Indonesia Setelah Bagan Siapi-api. Karena potensi tersebut tidak mustahillah kalau sebagaian besar masyarakatnya terdiri dari mesyarakat nelayan yang berdatangan dari daerah lain seperti Jawa, Madura, Bugis dan Bali.
Dan rupanya telah pula timbul bersama sama kehidupan masyarakat ini sehingga dilahirkannya tradisi melaksanakan Upacara PETIK LAUT yang berlangsung setiap setahun sekali, biasanya dilakukan pada tanggal 15 Suro ( Bulan Jawa ).
Arti kata “PETIK” adalah "AMBIL ~ PUNGUT" yang merupakan kepanjangan dari memetik, memungut, mengambil, yaitu memetik hasil usaha dari laut, yang dalam bahasa Jawa dapat berarti "NGUNDUH", dimaksudkan adalah "memetik hasil dari kelestarian kehidupan ikan di laut".
ADVERTISEMENT
Masyarakat Muncar menyelenggarakan acara Petik Laut tersebut dengan maksud dan tujuan perwujudan sebagai rasa syukur kepada Tuhan, dan untuk memohon berkah rezeki dan keselamatan yang dilakukan oleh para nelayan.
Sampai saat ini masih sangat sulit untuk diketahui sejak kapan Petik Laut Muncar ini mulai dilaksanakanm, namun menurut seorang sesepuh yang pada tahun 1901 sudah tinggal di muncar menerangkan, bahwa pada saat itu telah diselenggarakan Petik Laut yang cara meracik sesajinya telah mengikuti cara yang dipergunakan oleh orang-orang sebelumnya.
Dengan demikian dapat diambil kesimpulan,UPACARA PETIK LAUT MUNCAR sudah berlangsung sejak waktu yang cukup lama dan sampai sekarang masih terpelihara secara Lestari dalam kehidupan masyarakat Muncar dan tidak mustahil kalau tradisi Petik Laut tersebut berasal juga dari kehidupan Kerajaan Blambangan Lama.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan