USER STORY
LAPANGAN TERBANG GLENMORE BANYUWANGI RIWAYATMU KINI.
25 September 2017 1:34 WIB
0
0
bekas Lapangan Terbang Glenmore
Bekas Lapangan Terbang di Sidomukti - Muktisari dahulu bernama Air Streep Blambangan atau jalur udara Blambangan. Masyarakat di Sekitar Lapangan Terbang menyebutnya dengan nama Landasan yang dibangun oleh pemerintah sekitar tahun 1970-an. Waktu Bupati Banyuwangi masih dijabat oleh almarhum Djoko Supaat Slamet. Lapangan Terbang ini Diresmikan oleh Gubernur Jatim Moh.Noer. Sekitar Tahun 1983an Lapter ini sudah tidak Dipergunakan lagi. Saat ini.dilokasi eks lapter/ Kalirejo Glenmore ditanami Tebu untuk menyuplai Pabrik gula Glenmore. Aspal bekas Lapter Juga masih ada di areal tsb Tapi Tidak Terlihat dengan Jelas. Saat ini Tempat ini digunakan Sebagi Gudang Kayu milik perkebunan.
LOKASI lapter Blambangan memang cukup strategis. Melewati Jalur selatan yang baru dibangun berjarak 5Km dari jalan raya Jember. Masyarakat Menyebut dengan nama kebun Plalangan Arah Jalan Menuju ke Perkebunan Muktisari di Dusun Sidodadi, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore di kawasan Afdeling Muktisari, PT Perkebunan Kalirejo. Pabrik gula Glenmore juga Memakai separo dari bekas lahan Lapter tsb.
Jalan menuju lapter tersebut belum beraspal. Tapi bisa dilewati sepeda motor ataupun Mobil.setelah Sampai di lokasi,kita tidak akan menyangka kalau lahan tersebut dulunya merupakan lapter Blambangan.tidak terlihat adanya bekas-bekas landasan pacu pesawat di lokasi tersebut. Maklum, lokasi tersebut sudah banyak ditanami tanaman Tebu Untuk Menyuplai Pabrik Gula Glenmore
Sisa sisa Aspal Lapangan Terbang Glenmore
Pada waktu pembangunanya lapter itu Karena persoalan pertanian, Banyak Tanaman Petani yang diserang hama wereng. Sehingga, banyak petani yang mengalami gagal panen.Banyak Cara Yang dilakukan petani untuk membasmi hama wereng tsb. Namun tidak kunjung membuahkan hasil Yang nyata. Akhirnya, pemerintah pusat ikut campur tangan mengatasi persoalan petani di Banyuwangi saat itu. Salah satu caranya, dengan menyemprotkan obat hama lewat pesawat udara.Karena pesawat harus ada landasan pacu, maka dibangunlah landasan pacu Blambangan di kebun Plalangan ini.Upaya yang dilakukan pemerintah ini tampaknya membuahkan hasil. Setelah dilakukan penyemprotan lewat udara secara rutin dan merata, hama wereng lambat laun mulai menghilang dari Bumi Blambangan.Sebelum Penyemprotan hawa wereng dilakukan , Masyarakat di beri selebaran dari Kapal udara agar menutup sumur sumur milik warga.
Setelah penyemprotan selesai, pesawat capung yang digunakan untuk menyemprot juga tidak berada di lapter itu lagik, Meski pesawat capung penyemprot hama sudah pergi, namun landasan pacu lapter itu tetap masih sering digunakan. Sebab pada era 1980-an tersebut, Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) sering menggelar latihan di lokasi tersebut.Pesawat latih TNI juga sering mendarat di lapter tersebut
Karena pernah dan sering digunakan tempat mendarat pesawat, pada era 1990-an tepatnya pada masa Banyuwangi dipimpin Bupati H.T. Purnomo Sidik, lapter Blambangan tersebut akan dijadikan bandar udara (bandara). Berbagai persiapan pembangunan bandara sudah disiapkan. Bahkan pemerintah memasukan anggaran ratusan juta rupiah dalam APBD, untuk mendanai pembangunan bandara tersebut.waktu itu bupati sudah menganggarkan Anggaran tersebut juga sudah direalisasikan. Material-material juga sudah didatangkan ke siniSayang dalam perkembangan selanjutnya, rencana pembangunan bandara tersebut batal dilakukan. Sebab pada tahun 1998, Bupati Purnomo Sidik harus lengser dari jabatannya.
Pabrik Gula Glenmore Memakai Separoh tanah Bekas Lapter
Rencana pembangunan Lapter Blambangan di Kecamatan Glenmore, kembali digagas ketika Bupati Banyuwangi dijabat oleh Samsul Hadi. Waktu itu, Samsul berencana membangun bandara untuk memajukan Banyuwangi. setelah dilakukan beberapa kali survei, rencana membangun lapter di Kecamatan Glenmore akhirnya kandas. Alasannya, secara teknis posisi Kecamatan Glenmore kurang bagus untuk penerbangan karena dikelilingi gunung. Sehingga dianggap kurang layak dalam hal keselamatan penerbangan, jika kawasan itu dibangun lapter. Akhirnya, pemkab memilih lokasi yang lebih aman dan layak jual yakni di Desa Blimbingsari, Rogojampi.

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: