Konten dari Pengguna

Brekecek Pathak Jahan, Hidangan Khas Cilacap

Munaya Fathiyya Rizki

Munaya Fathiyya Rizki

Mahasiswa Aktif S1 Keperawatan Universitas Al Irsyad Cilacap

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Munaya Fathiyya Rizki tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

(sumber : milik sendiri)
zoom-in-whitePerbesar
(sumber : milik sendiri)

Cilacap, sebuah daerah yang terletak di pesisir selatan Jawa Tengah, yang terkenal dengan kekayaan alam dan terutama hasil laut yang berlimpah.Hal ini menjadikan ikan sebagai bahan utama dalam banyak hidangan khasnya. Salah satunya kuliner yang sangat terkenal di Cilacap adalah Brekecek Pathak Jahan. Nama hidangan ini mungkin terdengar unik dan sangat asing bagi sebagian orang, tetapi bagi masyarakat Cilacap, hidangan ini memiliki makna dan nilai budaya yang mendalam. Brekecek Pathak Jahan bukan sekadar makanan biasa, melainkan warisan kuliner yang terus dilestarikan dan dibanggakan oleh masyarakat setempat.

Nama brekecek sendiri berasal dari gabungan dua kata, yaitu brek yang berarti diletakkan, sedangkan kecek, yang berarti dicampur. Dengan demikian, brekecek dapat diartikan sebagai teknik memasak dengan cara meletakkan bahan utama, kemudian mencampurnya dengan bumbu-bumbu khas. Sementara itu, kata pathak berarti kepala dan jahan adalah nama jenis ikan yang digunakan dalam masakan ini. Dengan demikian, Brekecek Pathak Jahan adalah olahan kepala ikan jahan yang dimasak dengan metode berkecek.

Ikan jahan adalah salah satu jenis ikan laut yang cukup populer di daerah Cilacap. Dagingnya biasanya diolah menjadi ikan asin yang dikenal dengan nama ikan asin jambal roti, yang terkenal karena teksturnya yang tebal dan rasanya yang gurih. Setelah daginya diambil untuk dijadikan ikan asin, bagian kepala ikan jahan sering kali tidak digunakan dan terbuang sia-sia. Namun, masyarakat Cilacap yang terkenal sangat kreatif tidak membiarkan hal tersebut terjadi. Mereka mengolah kepala ikan jahan ini menjadi hidangan yang sangat lezat, yang kini dikenal dengan nama Brekecek Pathak Jahan.

Proses memasak Brekecek Pathak Jahan cukup sederhana dan menggunakan bumbu-bumbu dapur yang mudah ditemukan. Bumbu utamanya antara lain cabai merah, bawang merah, bawang putih, daun salam, gula merah, serta berbagai rempah rempah seperti kunyit, jahe, lengkuas, serai, dan kemiri. Untuk menambah rasa pedas, biasanya ditambahkan cabai rawit. Semua bumbu tersebut dimasak bersama kepala ikan jahan hingga matang dan meresap. Sentuhan akhir berupa menambahkan daun kemangi untuk memberikan aroma segar dan wangi pada masakan.

Saat disajikan, Brekecek Pathak Jahan memancarkan aroma rempah yang langsung menggugah selera. Rasanya gurih, sedikit asin, dan sensasi pedas yang pas di lidah. Kenikmatan terbaik dari hidangan ini terletak pada sensasi menyeruput daging di antara tulang-tulang kepala ikan. Meskipun terlihat sederhana, rasa yang dihasilkan sangat nikmat disantap bersama nasi putih hangat. Perpaduan rasa pedas, gurih, dan hangatnya nasi menciptakan pengalaman kuliner yang tak terlupakan.

Jika Anda akan berkunjung ke Cilacap, Brekecek Pathak Jahan adalah hidangan yang wajib masuk dalam daftar kuliner yang harus dicoba. Hidangan ini dapat dengan mudah ditemukan di berbagai warung makan dan restorant di sekitar Cilacap, terutama di daerah pantai yang terkenal dengan hidangan lautnya. Banyak warung makan yang masih mempertahankan resep keluarga secara turun-temurun, sehinggaa membuat cita rasa Brekecek Pathak Jahan di setiap tempat memiliki keunikan tersendiri, harganya juga cukup terjangkau, sehingga disukai oleh warga lokal maupun wisatawan dari luar daerah.

Brekecek Pathak Jahan bukan hanya sekadar hidangan khas, tetapi juga merupakan simbol kearifan masyarakat Cilacap dalam memanfaatkan hasil laut. Dari bahan yang semula dianggap sisa, mereka berhasil menciptakan hidangan yang lezat dan bernilai budaya tinggi. Jadi, jangan lewatkan kesempatan anda untuk berkunjung ke Cilacap dan jangan lupa untuk mencicipi Brekecek Pathak Jahan yang merupakan kuliner sederhana yang penuh cita rasa dan penuh makna dalam menjaga warisan budaya.